Wednesday, 26 April 2017

Bunuh Diri Bukan Solusi

Dan janganlah kamu membunuh dirimu ( An nisa 29)

Peristiwa  bunuh diri sepasang suami istri di Blitar membuat warga gempar. Kasus perselingkuhan diduga sebagai latar belakangnya. Ini bukan kasus pertama yang terjadi, pertengan tahun 2016 masyarakat Kras Kediri juga dikejutkan dengan ditemukannya sepasang suami istri yang tergelatak dan didekatnya terdapat cairan beracun, malu dengan hutang membuat mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Juga belum hilang dari ingatan, remaja tanggung yang melompat di jembatan di atas Sungai Brantas di Jombang. Sungguh peristiwa-peristiwa yang membuat miris. Tidak kuat dengan beban hidup, seolah bunuh diri dianggap sebagai solusi.
Padahal sebagai umat beragama, keyakinan adanya kehidupan akhirat seharusnya menjadi pengingat, hidup di dunia hanyalah sementara. Akan ada kehidupan akhirat yang abadi, semua hal akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Tipisnya iman menjadi salah satu pemicu tingginya kasus bunuh diri. Hal ini sangat wajar terjadi ketika aturan  kehidupan ini terpisah dengan aturan agama, atau dengan kata lain sekularisme menjadi gaya hidup masyarakat. Di satu sisi iman manusia semakin tergerus, di sisi lain permasalahan hidup yang muncul dari buruknya pengurusan urusan rakyat juga menjadi pemicu semakin tertetekannya masyarakat. Dengan semakin liberalnya kebijakan penguasa, masyarakat dituntut untuk bersaing dalam mepertahankan hidupnya. Sikap individualisme membuat beban tiap orang semakin berat.
Oleh karena itu, upaya untuk menguatkan keimanan mutlak dibutuhkan. Selain itu perubahan sistem tata kelola Negara juga sangat diperlukan. Prinsip reinventing government atau pemerintahan wirausaha mendudukkan pemerintah sebagai pihak regulator semata, fungsi pelayanan dan pengurusan urasan rakyat semakin kecil. Akibatnya Negara semakin berlepas tangan dan rakyat semakin terbebani. Paradigm pengelolaan Negara seperti ini harus dibuang jauh-jauh. Mengelola Negara demi kemaslahatan rakyat harusnya menjadi pijakan, dengan begitu rakyat juga akan tenang serta tentram, tak sedikit pun tersbersit keinginan untuk bunuh diri.
                                                                          
Nur Aini – Guru

Pare Kediri Jawa Timur