Saturday, 10 January 2015

Perang Ahzab aka Perang Khandaq

Dikenal dengan Perang Ahzab yang artinya golongan yang bersekutu, golongan tersebut terdiri dari : Bani Nadhir, Bani Wail,Bani Ghathfan, Quraisy dan masih banyak lagi.
Dikenal dengan Perang Khandaq yang arinya Parit, strategi untuk menghadapi pasukan musuh yang jumlahnya sangat banyak. Digali parit di luar Madinah, parit dengan kedalaman jika manusia tercebur tidak bisa naik dengan mudah, parit dengan lebar yang tidak bisa dilampaui lompatan  kuda. Dalam pembuatan parit ini, Rasulullah juga terjun langsung, ikut mengggali.
Perang ini terjadi pada tahun ke-5 setelah hijrah pada bulan Syawal. Ada hal-hal menarik dalam perang ini, diantaranya adalah :
1.       Golongan yang bersekutu sebagian besar adalah mereka yang dendam dengan Rasulullah, dakwah Islam dan kesuksesan Daulah Islam yang didirikan Rasulullah saw di Madinah.
2.       Dikotori dengan pengkhianatan Bani Quraidhah, Bani Yahudi yang masih diijinkan Rasulullah tinggal di Madinah. Sebelumnya Bani Qainuqa’ dan Bani Nadhir telah diusir karena telah berkhianat dan melanggar perjanjian dengan Nabi.Bani Quraidhah bersengkongkol dengan pasukan ahzab, merongrong kaum muslimin dari dalam Madinah.
3.       Langkah kesatria Shafiyyah binti Abdul Muththalib yang berhasil membunuh mata-mata Yahudi, disaat semua laki-laki maju ke barisan depan, dan ada laki-laki  Hassan bin Tsabit yang bertugas di benteng bersama para wanita dan anak-anak  tapi tidak berani berbuat apa-apa, ketakutan. Karena memang suasana di perang ini sangat mencekam. Shafiyyah memukul Yahudi tersebut dengan tongkat besi hingga tewas. Muslimah pada masa Rasulullah ternyata tidak hanya berdiam di rumah, tapi kuat dan berani.
4.       Pada akhirnya pasukan Ahzab terpecah. Ikatan kepentingan begitu rapuh. Ketika kepentingan tak kunjung terwujud keinginan tak bisa menyatukan lagi, terpecahlah pasukan Ahzab. Pasukan tak bisa menembus pertahanan kaum muslimin, selain itu Rasulullah mulai melancarkan serangan psikologis. Menghembuskan berita pengkhianatan pasukan sekutu, mempengaruhi Ghathfan agar mundur dari persekutuan, membuat ragu musuh agar tidak memerangi Nabi yang mempunyai kekuatan yang terkalahkan. Strategi ini diambil gar tidak terjadi peperangan dan pertumbahan darah yang besar, karena perkiraan Nabi pasukan sekutu berjumlah 10.000 sedangkan tentara Islam hanya 3.000. Dari segi angka sangat mungkin tak bisa mengimbangi.
5.       Akhirnya pasukan utama Quraisy pun juga menjadi ragu dengan kesolidan pasukan ahzab. Dengan ijin Allah, angin memporak-porandakan perkemahan pasukan Ahzab. Perang ini berakhir dengan tercerai-berainya golongan yang bersekutu dan mundurnya mereka dari medan perang.
6.       Perang Ahzab memberi bukti pengkhianatan Bani Quraidhah, maka tidak ada ampun atas pengkhianatan Bani Quraidhah, wanita dan anak-anak menjadi tawanan. Laki-laki dibunuh. Yahudi yang mendapat perlindungan dan jaminan atas keamana, harta darah telah berkhianat.
Wallahu a’lam
Pare, 18 Rabiul Awwal 1436

 Dirangkum dari :
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
Sirah Nabawiyah Sisi Politis Perjuangan Rasulullah saw, Rawwas Qol’ahji