Thursday, 23 February 2017

Pare 7


190217,  sekitar  17.15
Perjalanan SLG Pare, gerimis di SLG dan semakin deras, berteduh di dekat kantor kec.Gurah, memakai jas hujan. Langit yang gelap menumpahkan air ke bumi. Hujan semakin deras, jalan pun semakin tak terlihat. Sesekali kilat menyambar, terlihat jelas ketika memasuki  area persawahan. Tidak ada tempat berteduh lagi. Jalan yang dihiasi lubang menambah kekhawatiran. Alhamdulillah, melihat tanda Pare 7 km di Sambirejo , sudah tidak jauh lagi. Memasuki Pare, hanya hujan gerimis, masuk Pelem hanya tersisa bekas hujan.

Pare 7
Terlihat jelas, artinya 7 km lagi akan sampai di Pare, sudah sekitar setengah perjalanan dihitung dari SLG. Awalnya terasa jauh, khawatir dengan suasana jalan yang begitu gelap, sesekali tiba-tiba muncul mobil dari depan yang terasa mau menabrak karena batas jalan sudah tak terlihat. Terpikir untuk berhenti dan berteduh saja, namun mengurungkan niat, mengingat malam sudah mendekat, bisa-bisa akan semakin gelap. Namun akhirnya sampai juga di wilayah yang tidak hujan. Awalnya mengira semua wilayah hujan deras, namun ternyata tidak, memasuki Bendo hanya gerimis, Pelem malah tidak hujan. Andai saja memutuskan untuk berhenti dulu mungkin akan benar-benar kemalaman. Jika malam datang jelas pandangan akan berkurang, kecepatan pun juga berkurang. Sampai tujuan sudah malam.
Memang ada resiko ketika jalan tak terlihat, kendaraan dari arah berlawanan meski sudah menyalakan lampu  terkalahkan gelapnya suasana, tetapi ketika persiapan sudah dilaksanakan tak ada salahnya untuk terus melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tujuan.

Ujian dalam perjalanan perjuangan
Masih belum pantas mengatakan berat rasanya mendapat ujian ketika berjuang. Belum seberapa dengan apa yang dirasakan Rasulullah saw beserta para sahabat di awal dakwah Islam. Mereka adalah manusia mulia yang sangat gigih perjuangannya, sangat besar pengorbanannya, sangat kuat keistiqamahannya.
Perjuangan untuk mengubah kejahiliyahan menuju kegemilangan, jika  mereka putus asa niscaya saat ini kita tidak menikmati nikmat Islam.
Begitu pula dengan sekarang, perjuangan untuk menerapkan Islam kaffah, perjuangan untuk menyadarkan demokrasi kapitalisme hanyalah kebatilan yang menyengsarakan juga membutuhkan pengorbanan dan kesabaran. Bisa jadi ujian  siap menghadang, namun ketika tanda-tanda dukungan dari umat semakin menguat secercah harapan siap menyongsong.
Perjuangan menegakkan khilafah adalah sebuah kemuliaan, meneladani Rasulullah dan para sahabat yang diridhai Allah
Perjuangan menegakkan khilafah adalah konsekuensi keimanan bukan tindakan kriminal
Perjuangan menegakkan khilafah bukan demi egoisme murahan namun demi cinta sejati, cinta karena Allah
Perjuangan menegakkan khilafah memang bukan perkara mudah, halangan pasti siap menghadang namun itu semua tidak akan menyurutkan langkah
Terus berjuang karena kemenangan itu pasti dating
Terus berjuang karena kemenangan itu janji Allah Dzat Yang Maha Menepati Janji
Terus menyiapkan bekal, terus mengusahakan amal, terus menyampaikan dengan interaksi yang sebenarnya, interaksi semata mengharapkan ridha Allah, abaikan saja celaan dari orang-orang yang suka mencela.