Friday, 2 July 2021

Tentang Kamar Mandi



Kalau mau tahu kebiasaan, kepedulian, kedisiplinan, dan kebersihan seseorang, coba cek kamar mandinya. Bukan satu-satunya indikator penentu sih.



Apa saja yang perlu dilihat di kamar mandi?


Kebersihan, bau, tata letak barang


Ada kotoran tertinggal meski sedikit apalagi mengerak indikator orangnya jorok, tidak cermat, tidak peduli.


Ada sampah tidak pada tempatnya, pakaian kotor  tidak teratur, indikator orangnya tidak disiplin.


Kamar mandi bau, pengap, pesing, berlumut, indikator orangnya tidak punya kepedulian.



Perlengkapan mandi berserakan, sembarangan meletakkan, indikator orangnya jorok, tidak bertanggung jawab, kurang perhatian dengan thaharah alias kesucian, padahal thaharah ini penting banget, ga suci, thaharah tak peduli perlu dipertanyakan ibadahnya.



Ga sepakat? Ya ga apa-apa sih



Berikut beberapa tips seputar kamar mandi.


Baca doa sebelum masuk kamar mandi, minimal baca bismillah, dahulukan kaki kiri saat masuk, kaki kanan saat keluar. 

Gayung di atas, di luar air, gagang mudah dipegang, tangan tidak masuk ke air


Gayung dalam air, ketika tangan kotor rawan masuk tercampur ke air


Gayung, biasakan diletakkan di tempat yang mudah diambil, posisi tidak di dalam air. Agar cepat bisa diambil dalam keadaan darurat, semisal kebelet, BAB, BAK tak tertahan. Agar saat tangan kotor apalagi terkena najis tidak tercampur dengan air, tangan bisa memegang gayung tanpa tangan masuk ke air. Agar gayung lebih lama bersih, karena kalau di air terus - menerus lebih cepat berlumut dan kotor. Gayung di letakkan atas atau pinggir bak mandi dalam keadaan kosong, agar ketika jatuh air tidak tumpah, tidak mudah pecah.


Isi bak mandi selama mandi, jika masuk bak mandi dalam keadaan penuh tunggu sampai air terpakai  sebagian baru diisi. Agar ketika keluar bak mandi tetap terisi, dan yang memakai setelahnya sudah tersedia air. Juga antisipasi listrik mati terutama yang air tidak punya tandon, antisipasi pengguna setelahnya kebelet tak tertahan. Kasihan kalau kebelet ternyata air zonk. 


Sering membersihkan, menggosok lantai, WC, dinding dan bak mandi agar lumut tidak membuat licin. Ingat banyak yang tereleset di kamar mandi dan berakibat fatal, terutama jika ada balita atau lansia, pastikan lantai tidak licin

Matikan kran air ketika selesai dan hendak meninggalkan kamar mandi, sebelum keluar cek sekeliling, adakah yang tertinggal, sudah bersihkah WC, masih ada yang bau, masih berantakan dan lain sebagainya. Pastikan meninggalkan kamar mandi dalam keadaan bersih, rapi. Keluar dahulukan kaki kanan, baca hamdalah. 


Sebelum keluar, pastikan badan, kaki kering, perkirakan mandi air tidak keluar pintu agar tidak becek, agar najis tidak terciprat keluar. 


Keringkan kaki. 



Sering ganti kain keset di depan kamar mandi, pastikan bersih, kering, suci,  jika basah atau kotor segera cuci dan ganti dengan yang kering.



Kediri, 2 Juli 2021 

Tuesday, 29 June 2021

Salat, Haruskah?




Orang itu salat tapi jahat

Orang itu salat tapi suka khianat

Orang itu salat tetap saja miskin

Orang itu salat tetap saja suka nyakitin


Mending tidak salat yang penting baik

Mending tidak salat yang penting tanggungjawab

Banyak yang tidak salat tapi kaya, orang kafir ga pernah salat juga banyak yang kaya

Ga penting salat, yang penting baik hati, lemah lembut, suka menolong


Kesampingkan semua alasan itu, tak perlu mencari pembenaran, carilah ilmunya dulu.


Mengapa harus salat?

Karena salat adalah kewjiban dari Allah

Karena salat adalah pembeda antara orang beriman dan kafir

Karena salat adalah wujud ketaatan dan syukur kita kepada Allah


Mengapa harus taat kepada Allah? Mengapa harus iman kepada Allah?

Karena Allah yag menciptakan semuanya, Allah pula yang mengatur semua yang telah diciptakan.


Allah menciptakan manusia, dan manusia diberi aturan oleh Allah. Secara logika, aturan terbaik untuk manusia pasti aturan dari dzat yang menciptakan manusia, yaitu Allah. Karena pastilah Allah yang paling tahu akan semua hal yang telah diciptakannya.


Salah satu aturan yang Allah berikan kepada manusia adalah kewajiban melaksanakan salat. Namanya wajib maka jika dikerjakan mendapat pahala, jika ditinggalkan mendapat dosa. Pahala mengantarkan ke surga, dosa mengantarkan ke neraka.


Salat tidak penting, yang penting baik kepada sesama manusia. Salah. Salat itu penting. Baik kepada sesama manusia juga penting, sama-sama kewajiban yang harus ditunaikan, bukan kewajiban yang saling mengeliminasi. 


Itu tidak salat tetap kaya. Iya, salat tidak ada hubungannya dengan kaya atau miskin, salat tidak otomatis menjamin rezeki lancar. Karena salat itu dilakukan semata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mencari kekayaan, tidak ada hubungannya dengan banyak sedikitnya rezeki yang diberikan. Akan tetapi salat adalah pembeda antara muslim dan kafir, salat adalah tiang agama, perkara penting dalam agama. Amalan pertama yang ditanyakan saat hari pertanggungjawaban di akhirat kelak.


Orang kafir  kaya meski tidak salat, maka sesungguhnya Allah sedang memberikan tadaruj baginya, yaitu kenikmatan yang sejatinya mengantarkan pada kehancuran. Tadaruj ini sebenarnya ujian, ujian apakah dia tetap kafir atau sadar akan kenikmatan dari Allah sehingga dia beriman kepada Allah.


Salat nanti saja kalau sudah tidak sibuk, kalau sudah tua. Salah.

Sibuk atau tidak, itu pilihan. Tinggal atur waktu. Jangan disibukkan dengan hal yang sia-sia atau bahkan mengantarkan pada dosa. Salat tak perlu menunggu tua, karena tidak ada jaminan kita hidup sampai tua.lagian boleh pilih salat paket regular atau paket kilat, yang penting rukun salat terpenuhi sudah menggugurkan kewajiban.itu kalau PeDe tabungan amal kita sudah banyak dan diterima semua oleh Allah. 


Suka-suka saya mau salat atau tidak, benar. Suka-suka saja dengan hidup maka suka-suka Allah pula jika kelak di akhirat memasukkan ke neraka. Namun bagi orang lain, bagi sesama muslim ada kewajibana untuk terus sabar menasehati dalam kebaikan, haram membiarkan kemaksiatan ringan dijalankan.


Maka, salatlah sebelum disalatkan. Salatlah sebelum penyesalan di akhirat terjadi, sudak taka da guna.

Sunday, 2 May 2021

Cinta Yang Hampa






Derita cinta karena dunia semata

Deritanya dunia akhirat


Relasi hampa yang biasa dalam sistem kapitalisme

Tak mengenal nilai ruhiyah

Tak mengenal syariah




Sunday, 25 April 2021

Duka Tanpa Khilafah

 


Alhamdulillah sudah berada di hari ke -13 Ramadhan, bulan mulia penuh berkah. Dan pasti setiap muslim yang hanif selalu menginginkan ini menjadi Ramadhan terindah, meraih keberkahan ,mendapat anugerah malam seribu bulan, dan terus mempertahankan amalan meski Ramadhan berakhir nanti.

 

Namun keindahan Ramadhan sepertinya belum menjadi milik umat Islam Indonesia. Ramadhan tahun ini kebijakan plin-plan pengambil kebijakan kembali dipertontonkan, pergerakan masyarakat dalam rangka mudik lebaran dibatasi, dianjurkan tetap dalam kota sembari rekreasi, namun dengan terang benderang WNA India sebagai negar zona merah setelah menjadi negara penyumbang terbesar  di dunia penambahan kasus covid dan kematian , dibiarkan melanggang memasuki Indonesia. sungguh ketidakadilan yang nyata ditunjukkan. Aparat di daerah begitu sigap menyekat perbatasan mencegah mudik namun pusat dengan mudahnya memberi ijin WNA berpotensi menularkan covid masuk ke Indonesia, seolah perbatasan internasional dibuka begitu lebar. Ironis.

 

Ramadhan ini juga diwarnai berita duka tenggelamnya  KRI Nanggala 402, yang  hingga tulisan inidibuat posisi KRI belum diketahui pasti, dengan dugaan tenggelam dan hancur bisa jadi harapan keselamatan para ABK sangatlah kecil. Lagi-lagi ini adalah berita yang sangat memprihatinkan, jelas terlihat kelambanan dalam mengambil tindakan. Juga memprihatinkan nasib ABK kapal selam di negeri ini selama ini, tak banyak mendapat perhatian dan fasilitas yang memadai. Jelas ironi negeri maritim, negeri dengan wilayah laut sangat dominan namun dijaga oleh kapal seadanya. Negeri dengan potensi alam yang melimpah namun terus dirundung masalah.

Singkat cerita, negeri ini salah kelola. Kebijakan oligharkis telah membuat negeri ini dicengkeram oleh segelintir konglomerat yang berkolaborasi dengan pengkhianat menjual milik rakyat demi kepentingan sendiri bahkan rela menggandeng asing bak sahabat namun abai terhadap kepentingan rakyat. Mereka tak peduli dengan nasib mayoritas rakyat, yang dipikirkan hanyalah mengumpulkan kekayaan dan melanggengkan penguasaan atas semua hal di negeri ini.

Potensi kekuatan AU beberapa negara, sumber : Emerging World Order The Islamic Khilafah State 


Hanya satu cara untuk bisa menyelamatkan negeri ini dan juga negeri kaum muslimin lain yang sedang dirundung masalah (Muslim Xinjiang. Rohingya, Palestina, muslim India, dan muslim di belahan dunia lainnya yang hidup penuh diskriminasi), yaitu dengan khilafah. Menyatukan umat Islam dalam naungan khilafah. Dengan begitu potensi umat akan terkumpul dan masalah pun akan mudah untuk diselesaikan, bukankah benar kata peribahasa, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.



 

Thursday, 1 April 2021

Terorisme Dan Bom Bunuh Diri Bukan Ajaran Islam

 

Peristiwa ledakan di depan salah satu gereja di Makassar langsung dilabeli sebagai bom bunuh diri, dan seperti biasa, aparat segera merilis orang yang diduga sebagai pelaku. Dan seperti biasa pula pelaku dikaitkan dengan kelompok Islam. Setelah itu istilah khas pun kembali didengungkan, bom bunuh diri, bom syahid, terorisme, pengantin bom, radikalisme, intoleran dan pentingnya mewaspadai bahaya gerakan Islam garis keras.tak ketinggalan pula akan muncul kampanye HAM, dialog antarumat beragama, pentingnya Islam moderat hingga bahaya gerakan Islam transnasional. Namun, terlepas dari itu semua, lagi-lagi umat Islam akan menjadi korban, diidentikkan dengan terorisme dan tak heran islamophobia akan semakin menguat. Akhirnya semua yang berlabel syariat Islam, Islam kaffah hingga ajaran khilafah akan terus dimarginalkan, dikriminalkan bahkan dianggap berbahaya. 

Menghadapi fenomena yang berulang seperti ini, bom meledak, stigma negatif pada Islam dan berakhir pada islamophobia, umat islam tidak boleh berdiam diri. Langkah minimal yang bisa dilakukan adalah yakin dan meluruskan bahwa terorisme dan bom bunuh diri bukanlah ajaran Islam. Sehingga tak layak sedikitpun jika peristiwa bom dan tindakan  teror selalu dikaitkan dengan Islam.

Islam Mengharamkan Pembunuhan Tanpa Alasan Yang Dibenarkan Syariat

Islam adalah agama yang sempurna, semua hal diatur tak sedikitpun terlewatkan, termasuk terkait pembunuhan. Dalil pengharaman pembunuhan tanpa sebab syar’i di antaranya adalah firman Allah SWT dan sabda Rasulullah saw berikut ini  


مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي اْلأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

Siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia (TQS al-Maidah [5]: 32).

مَنْ ضَارَّ ضَرَّهُ اللهُ وَمَنْ شَاقَّ شَقَّ اللهُ عَلَيْه

Siapa saja yang membahayakan orang lain, Allah akan menimpakan bahaya kepada dirinya. Siapa saja menyusahkan orang lain, Allah akan menimpakan kesusahan kepada dirinya (HR al-Hakim).


يَجِيءُ الْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُتَعَلِّقٌ بِرَأْسِ صَاحِبِهِ – وفي لفظ : يَجِيءُ مُتَعَلِّقًا بِالْقَاتِلِ تَشْخَبُ أَوْدَاجُهُ دَمًا – يَقُولُ : رَبِّ سَلْ هَذَا لِمَ قَتَلَنِي

Pembunuh dan korban yang dibunuh akan didatangkan pada Hari Kiamat dengan menenteng kepala temannya (pembunuh). Dalam riwayat lain dinyatakan: Dia (korban) membawa sang pembunuh, sementara urat lehernya bercucuran darah. Lalu dia berkata, “Ya Allah, tanya orang ini, mengapa dia membunuh saya.” (HR Ibnu Majah).


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh: orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan wanita dengan wanita… (TQS al-Baqarah [2]: 178).

Dari dalil-dalil di atas jelas, bahwa Islam mengharamkan pembunuhan yang disengaja, pelakunya diancam dengan hukuman yang sangat berat. Bahkan Rasulullah pun mengingatkan agar hati-hati membawa senjata tajam, tidak boleh membahayakan orang lain. Membawa anak panah saja harus dipastikan tidak melukai orang lain, apalagi membawa bom dan meledakkannya, tentu sangat dilarang.

Oleh karena itu, mengindentikkan bom bunuh diri sebagi bagian dari jihad adalah tindakan yang sangat tidak adil. Atau mungkin sengaja, agar ajaran Islam yang benar semakin tersamarkan, sehingga umat pun semakin bingung. 


Umat Islam Wajib Menghindari Kemaksiatan Dan Terus Mendakwahkan Islam Yang Benar

Jelas sudah, bom bunuh diri apalagi membunuh orang lain adalah tindakan kemaksiatan dan termasuk dosa besar. Maka seorang muslim wajib menghindarinya. Tidak hanya itu, wajib pula diluruskan pemahaman yang salah terkait bom bunuh diri. Dan yang tak kalah pentingnya adalah terus mendakwahkan Islam yang benar, yaitu Islam yang dipraktikkan Rasulullah, para sahabat Nabi, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Islam yang dipraktikkan dalam kehidupan secara kaffah.

Umat islam wajib membekali diri dengan pemahaman yang kaffah, tidak memahami apalagi menerapkan Islam secara parsial. Berjuang agar Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam dapat terwujud, yaitu dengan penerapan syariat kaffah dalam naungan khilafah, system yang diwarikan Nabi untuk umatnya. Sistem yang menjamin keamanan, keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga negaranya , baik muslim maupun nonmuslim.


Wednesday, 17 March 2021

Ujian praktik yang mudah

 Alhamdulillah

Hari ini selesai penilaian praktik wudhu dan adzan iqamah  untuk siswa putra


Ada standar ujian praktik untuk kelas 6 (Qur'an Hadits, Fikih, Bahasa Arab/Indonesia /Inggris/Jawa, IPA, SBdP, PJOK), tapi di madrasah kami ada ujian praktik yang paten, apapun kisi-kisinya wudhu, salat, dzikir sesudah salat, adzan dan iqamah insyaallah tak pernah terlewat.


Kelas 6 emang masih butuh gitu ujian seperti itu?


Masih, untuk memastikan lagi ketika lulus sudah tidak ada masalah terkait pengetahuan, untuk praktik sehari-hari dikembalikan ke individu dan keluarga siswa.


Emang semua lulus memenuhi kriteria? Tidak selalu, yang terpenting ada usaha dari siswa untuk menyiapkan ujian.


Memang nasib hidup dalam sistem sekular, tapi tetap ada usaha maksimal meredam kerusakan, mengurangi dampak negatifnya.


Dan yang tak kalah penting, ada usaha serius mengerahkan seluruh upaya untuk melakukan perubahan. Perubahan sistemik, hentikan penerapan sistem kapitalisme sekular, terapkan sistem sahih, khilafah.


17 Maret 2021

TKP di Pare, nulis  di Kediri

Tuesday, 16 March 2021

Pendidikan Tanpa Khilafah, Menuai Masalah?

 Alhamdulillah cek hafalan sekaligus salah satu nilai ujian praktik pelajaran Qur'an Hadits telah terlaksana.


Siswa menghafal Surah :

1. Al Alaq

2. Al Qadr

3. Adh Dhuha

1-3 hafalan sesuai materi kelas 6


4. An Naziat

5. An Naba'

4 & 5 hafalan wajib kelas 6, harapannya juz 30 sudah tuntas dihafal sejak kelas 1, meski tidak sedikit yang naik kelas namun hafalan tertinggal


Setelah selesai semua kegiatan di kelas 6 sambil menunggu kelulusan setor hafalan Surah pilihan : Yasin, Ar Rahman, Al Waqiah


Evaluasi hafalan Surah 1-5 : siswa putri lebih banyak yang bisa tuntas dan lancar, sedangkan siswa putra hanya 1 yang tuntas dan lancar. Lainnya masih ada yg perlu dibantu, ada yang belum hafal semua.


Untuk Surah 1-5 sudah biasa dibaca berulang setiap hari. Sesekali video call setor hafalan.


Kembali ke evaluasi sedih. Siswa putra yang calon imam malah sedikit yang hafal. Banyak faktor, krn kurang kontrol dari orang tua, ada yang belum lancar baca qur'an bahkan bisa jadi karena lebih banyak menghabiskan waktunya untuk main HP - game online maupun offline


Entahlah mau kemana negeri ini jika kemenag dan kemendikbud sebagai punggawa penyelenggaraan pendidikan masih saja tidak optimal menjadi pendidikan sebagai bidang yang harus serius diperhatikan, dengan merujuk pada kurikulum terbaik, sistem pendidikan Islam.


Jalan perjuangan ini masih panjang, semoga dunia tanpa Khilafah hanya berhenti di tahun ke-100. Aamiin


Kediri, 16 Maret 2021 

Sunday, 7 March 2021

Tanpa Khilafah Umat Didera Masalah

 

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)


Sabda Rasulullah saw yang sangat gamblang, khalifah sebagai pemimpin dalam sistem khilafah adalah perisai sekaligus pengurus seluruh urusan rakyat. Khalifah akan memastikan seluruh keperluan rakyat terurusi, khalifah akan menjadi pelindung rakyat dalam setiap perkara. Dengan demikian, seluruh urusan rakyat ada yang memperhatikan ketika ada seorang khalifah . Maka sebaliknya, ketika tidak ada khalifah, urusan umat tidak ada yang mengurusi, terabaikan bahkan rakyat terus tertimpa masalah. Inilah fakta yang saat ini menimpa umat.

Sejak 3 Maret 1924, perisai dan pelindung umat secara sempurna dihilangkan oleh Mustafa Kemal.dan sejak saat itu pula umat Islam semakin tercerai berai dalam negara-negara bangsa. Umat Islam disibukkan dengan urusan personal atau sekadar masalah di sekitar tempat mereka tinggal. Kehidupan umat terus berada dalam kesempitan, suahlah hidup tak sejahtera  tak jarang dikriminalkan pula ketika ingin sepenuhnya terikat pada aturan Allah SWT. Menyampaikan khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam dikriminalkan hingga dipecat dari pekerjaan, mewajibkan menutup aurat yang hukumnya memang wajib dituduh melanggar HAM dan intoleran, menyampaikan amar makruf nahi munkar difitnah sebagai pemecah belah. 

Tidak hanya kesempitan dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah dan Rasulullah, umat terus didera dengan masalah kehidupan. Ibarat di hutan, hukum rimba menjadi pedoman, yang kuat akan memakan yang lemah, yang kuat semakin berkuasa sedangkan rakyat semakin sengsara.  Rakyat kecil  dibiarkan bersaing dengan para pemilik modal yang dianak emaskan oleh penguasa sedangkan rakyat biasa harus membanting tulang, memeras keringat untuk mengais  sisa sumber penghidupan yang telah dikuras para pemilik modal. 

Begitulah umat akan terus didera masalah ketika khilafah tiada. Karena pelindung sejati umat tidak ada. Oleh karena itu, upaya untuk mewujudkan kembali khilafah mutlak diperlukan, bukan sekadar demi memperbaiki kehidupan namun lebih dari itu, sebagai konsekunsi keimanan kepada rukun iman,konsekuensi aqidah yang telah diucapkan dalam dua kalimat syahadat, untuk sepenuhnya taat kepada Allah dan RasulNya. 


Saturday, 27 February 2021

Karena Kita Bukan Hewan

 



Bunda kenapa tidak boleh telanjang di luar?


Bunda kenapa harus menutup aurat?


Kucing tidak apa-apa ya tidak pake baju?


Kucing kan sudah punya bulu, ga perlu pake baju ya?


Karena telanjang itu membuka aurat


Karena Allah memerintahkan kita menutup aurat


Tidak apa-apa karena kucing itu hewan


Karena kita manusia 

Karena kita tidak sama dengan hewan

Karena manusia diberi akal 

Karena manusia bisa berpikir, bisa membedakan mana perintah mana larangan 


Karena kucing tidak punya akal

Karena kucing tidak bisa membedakan yang baik dengan yang buruk


Jika manusia tidak mau menutup aurat apa bedanya dengan hewan? 



Kediri, 27 Februari 2021

Thursday, 18 February 2021

Terimakasih Nussa Rara

 



Di masa pandemi saat HP menjadi sarana utama PJJ dan hiburan, ada ujian berat bagi orang tua ketika sekejap saja anak tak terkontrol memegang HP. Asyik main game offline maupun online, asyik menikmati tayangan youtube. Memanfaatkan HP sebagai hiburan atau bahkan hal yang menghabikan waktu lebih mendominasi daripada belajar, menambah ilmu maupun mengerjakan tugas. Menghentikan total penggunaan HP juga sepertinya kurang bijak, karena bagaimana pun HP adalah madaniyah, hukum asalnya mubah. Maka sebagai salah satu alternatifnya adalah tetap mengenalkan HP beserta apapun yang bisa dinikmati dengan HP dengan catatan tentunya. Pendampingan, memberikan penjelasan, membatasi sesuai dengan perkembangan anak. Tetap berikan hak anak untuk mendapat hiburan namun tidak mengorbankan masa keemasan mereka.jadikan HP sebagai sarana untuk membuat anak semakin mengenal Allah, mengenal syariat dan siap menghadapi realitas kehidupan dunia dengan terus mengenalkan visi akhirat kepada anak.

Yang tidak boleh dilupakan adalah, jangan mengorbankan masa depan anak dengan membiarkan mereka asyik dengan gawai tanpa pendampingan meski seakan hati tenang karena mereka tak rewel. Pastikan apa yang mereka nikmati adalah segala sesuatu yang membantu membentuk kepribadian Islam, membekali anak dengan pemikiran yang sahih, memberikan informasi yang seiring dengan aturan Allah. Bukan sebaliknya, membiarkan anak menikmati semua tanpa saringan dan pendampingan. Jangan rusak akal anak kita dengan informasi sampah, jangan rusak anak kita dengan permainan yang melalaikan. Isi waktu mereka dengan kebaikan dan terus belajar melakukan kebaikan.

Salah satu alternative tontonan anak yang bisa dinikmati adalah channel Nussa Official dengan tokoh utama Nussa dan Rara. Alhamdulillah ada banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan, banyak sekali. Tidur sendiri tidak takut, makan jangan asal makan, belajar ikhlas, toleransi, rara sakit, rukun iman, rukun islam, adab minta ijin, ambil gak, sikat gigi bulat-bulat, ayo olahraga, dan sebagainya. Semua materi video sangat mendidik dan membantu orang tua untuk mendidik anak, membantu menyampaikan banyak informasi dengan bahasa ringan dan tayangan menyenangkan. Yang jelas semua materi bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, meski terkadang orang tua harus berpikir keras untuk menjelaskan sesuai bahasa dan kebiasaan anak. Alhamdulillah, setidaknya orang tua terbantu, daripada menikmati tayangan sampah yang merusak akal anak, yangmelalaikan anak, menjauhkan mereka dari predikat anak saleh.

Maka, sungguh kejam pihak yang menuduh tayangan Nussa dan Rara sebagai tayangan radikal, intoleran dan hanya merusak anak. Jelas tuduhan yang keji. Bisa jadi untuk membunuh karakter anak muslim, atau bahkan tuduhan datang dari musuh islam atau dari pihak yang islamophobia. Apapun yang berbau islam pasti ditolak. Yang pasti tujuan akhirnya adalah tak ingin umat Islam semakinmengenal ajarannya, tak ingin umat Islam mulia dengan syariat agamanya. 

Apa yang harus dilakukan? Tetap bertahan dengan identitas Islam. Tidak mundur menyampaikan ajaran Islam. Menyampaikan Islam sebagai penyelamat umat, meyakinkan bahwa Islam adalah agama terbaik dari Allah yang maha segalanya. Menggunakan berbagai sarana untuk terus berdakwah, demi menyelamatkan generasi, demi menyelamatkan umat manusia, demi meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Abaikan tuduhan dan celaan para pembenci.


Kediri, 18 Februari 2021

Thursday, 28 January 2021

Tempat Singgah



Perjalanan Pare Kediri dan sebaliknya dengan motor, saat badan tidak fit, saat bawa anak biasanya membutuhkan setidaknya satu kali istirahat.


Lebih sering memilih masjid atau mushola untuk transit. Atau pom bensin. Diutamakan yang searah, tidak menyeberang jalan. 


Untuk masjid atau mushola yang pernah disinggahi antara lain, dari arah Pare : masjid setelah RS Khadijah Gurah (terkadang jika dari arah Kediri juga mampir terutama jika sudah masuk waktu salat), pom bensin sebelum SLG.


Dari arah Kediri : masjid setelah perempatan Katang, mushala setelah perempatan Wonokasihan (sebelum jembatan-pasar), masjid di perempatan Gayam, masjid Adan-adan.


Pertimbangan utama memilih tempat singgah tersebut adalah tidak sepi, di pinggir jalan, kamar mandi bersih, ada  tempat parkir atau berteduh. Pertimbangan lain, ada yang jualan atau dekat dengan penjual makanan dan minuman.P

aling nyaman itu ketika nyaman untuk salat, tempat wudhu terpisah total, suasana tenang, ramah anak. 


Semoga pengelola tempat-tempat tersebut terus memberikan fasilitas yang ramah untuk para musafir baik menempuh perjalanan dekat maupun jauh, semoga terus memberikan fasilitas yang terbaik. Aamiin 



Kediri, 28 Januari 2021

Wednesday, 27 January 2021

Generasi Z Mau Diapakan?

 



Hasil survei penduduk yang dilakukan BPS tahun 2020 telah dipublikasikan. Hasilnya, jumlah penduduk Indonesia adalah 270, 20 juta jiwa, dari jumlah tersebut komposisi terbesar ditempati oleh generasi Z sebanyak 27,94%. Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1997-2012 atau saat ini berumur antara 8-23 tahun. Dengan kata lain generasi Z saat ini menempati posisi usia sekolah dan kuliah. Maka aktivitas terbanyak yang seharusnya dilakukan oleh generasi Z adalah belajar, memperbanyak ilmu dan pengalaman sebagai bekal kehidupan, sebagai bekal penerus masa depan bangsa. Namun bagaimana realita penyiapan dan pembinaan generasi Z saat ini? Apalagi di masa pandemi yang telah berlangsung hampir setahun.

Fakta yang tak terbantahkan, nasib generasi Z saat ini sedang di ujung tanduk. Kerusakan moral menggerogoti generasi ini. Kriminalitas yang dilakukan anak dan remaja semakin meningkat. Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan tawuran tak jarang melibatkan generasi Z. Ini terjadi jauh hari sebelum pandemi. Sedangkan saat pandemi, nasib generasi Z semakin terabaikan.

Lihat saja fakta dunia  pendidikan yang belum menemukan pola terbaik untuk dinikmati seluruh pelajar dan mahasiswa. Yang pasti fasilitas tidak merata, tidak semua menikmati fasilitas belajar daring saat pandemi. Tidak ada jaminan semua mendapatkan akses pendidikan terbaik.

Parahnya lagi, yang mendapatkan fasilitas akses internet pun juga bukan tanpa masalah. Mental hedonis yang telah terpatri karena sistem sekular membuat pembelajaran daring tidak maksimal. Porsi pemanfaatan internet untuk belajar masih kalah jauh dengan bermain online yang seringkali membuat ketagihan, malas beraktivitas, malas gerak dan jauh dari aktivitas produktif di dunia nyata.

Perhatian negara pada pendidikan dan pembinaan generasi Z masih belum maksimal, terbukti pemerintah masih sibuk dengan urusan seputar ekonomi makro yang tak banyak menyentuh rakyat kecil hanya menguntungkan para pemilik modal. Beberapa waktu lalu pemerintah nekat mengesahkan UU Cipta Kerja yang terindikasi menguntungkan para pemilik modal, padahal rakyat banyak menolak. Santai membuka kran impor berbagai barang padahal belum memaksimalkan potensi dalam negeri. Pemerintah sibuk memperketat aktivitas rakyat namun longgar dengan WNA, terutama WNA China yang masuk untuk mengisi lapangan pekerjaan, kucuran dana tunai hasil utang pun terus dilakukan untuk menggerakkan roda perekonomian. Dan lagi-lagi pendidikan belum mendapatkan perhatian serius. Akibatnya tak sedikit pelajar yang masih belum mendapatkan ilmu secara optimal, bahkan ada yang stres dengan metode pembelajaran online saat ini. Ironinya pemerintah juga malah sibuk dengan isu radikalisme, intoleransi, dan membungkam rakyat yang kritis, seolah mendeklarasikan diri menjadi penguasa anti kritik, menutup telinga dengan masukan. 

Yang seharusnya dilakukan agar generasi Z siap menjadi generasi penerus bangsa adalah memberikan perhatian penuh dan sungguh-sungguh untuk membina generasi Z, membekali mereka dengan pemikiran yang sahih. Memang sebuah usaha yang tidak menghasilkan materi kekayaan secara langsung, karena membina generasi bukan lahan bisnis melainkan sebagai bentuk tanggung jawab negara pada masa depan generasi. Maka sudah seharusnya porsi perhatian dan keseriusan negara untuk memastikan generasi Z mendapatkan fasilitas terbaik untuk membina kepribadian menuju kepribadian luhur sebagai hamba Allah, yang diciptakan semata untuk beribadah kepada-Nya. Namun hal ini tidak bisa hanya berharap pada sistem demokrasi sekular yang nyata tak membawa kebaikan, saatnya kita memilih sistem terbaik untuk menyelamatkan generasi Z dan umat manusia secara umum agar kelak saat menikmati bonus demografi kita juga memanen kebaikan, sistem yang dibutuhkan tak lain adalah sistem Islam, yang memandang generasi sebagai aset hingga ke akhirat, tentu dengan pengerahan seluruh waktu, tenaga dan pikiran, semuanya demi terwujudnya generasi Z yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. 


Saturday, 23 January 2021

Musibah Silih Berganti Saatnya Muhasabah Negeri

 

       Pesawat jatuh, gempa bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus datang bertubi-tubi di awal tahun 2021. Memang bencana adalah kehendak Tuhan karena tak ada satupun peristiwa di dunia ini terjadi tanpa kehendak-Nya, maka manusia wajib menerima dengan ikhlas semua yang menimpa dirinya, termasuk musibah. Namun di sisi lain manusia juga harus mengevaluasi pemicu terjadinya bencana atau setidaknya menyiapkan segala sesuatu untuk memperkecil dampak negatif bencana.

       Gempa bumi sering datang tiba-tiba namun upaya untuk meminimalisir korban dengan memastikan bangunan yang dibuat tahan gempa atau ramah gempa, teknis evakuasi yang cepat dan ketersediaan fasilitas medis juga kecukupan pangan adalah hal yang bisa dipikirkan manusia, maka pada wilayah inilah manusia wajib berusaha. Dan yang tak kalah pentingnya adalah tindakan recovery semua bidang, jadi korban bisa secepatnya kembali ke kondisi normal, bukan malah ditinggalkan dan dibiarkan menderita sendiri

       Apalagi banjir dan tanah longsor, tanda primernya sangat mudah dikenali, diantaranya curah hujan di atas normal, hilangnya daerah resapan, dan  rusaknya lingkungan.

       Seharusnya musibah banjir dan tanah longsor lebih mudah diantisipasi. Namun sayang, musibah berupa bencana alam yang sering memakan korban ini seolah tak begitu mendapat perhatian dari penguasa. Jika ada, itu pun belum maksimal, tidak sebanding dengan perhatian untuk terus mengeksploitasi alam atas nama pembangunan dan investasi yang jelas hanya menguntungkan para pemilik modal.

       Hal ini wajar dalam sistem kapitalisme, apapun yang mendatangkan keuntungan materi meski itu hanya dinikmati segelintir rakyat lebih diperhatikan daripada urusan seluruh rakyat semisal antisipasi bencana dan penanggulangan bencana yang secara hitungan malah menguras keuangan negara.

       Oleh karena itu, datangnya musibah yang bertubi-tubi seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk semua, mengevaluasi perilaku individu, masyarakat hingga kebijakan penguasa. Dan evaluasi yang hakiki adalah benar-benar menyadari bahwa musibah ini tidak terjadi tanpa tujuan, setidaknya menyadari bahwa manusia sangat lemah, berikutnya berusaha maksimal mencari penyebab datangnya musibah yang bisa jadi merupakan teguran sekaligus hukuman dari Allah agar manusia mengingat kembali semua kesalahan yang telah dilakukan. Muhasabah diri, jangan-jangan ini terjadi karena banyaknya kemaksiatan di muka bumi, yang tentu solusinya adalah bertaubat dan kembali taat pada syariat Allah.

Thursday, 31 December 2020

KHILAFAH DINANTI UNTUK ATASI PANDEMI

 

Setahun sudah virus corona mengguncang dunia, bukannya mereda malah ditemukan virus yang semakin mudah penularannya. Di Indonesia, sejak kasus pertama di awal 2020 belum juga menunjukkan tanda kasus puncak untuk kemudian berkurang kasusnya, jumlah orang yang tertular terus naik dan belum menemui titik puncak. Semakin banyak yang meninggal, dan ironinya penambahan tenaga medis dan akademisi yang meninggal karena corona terus saja berlangsung. Tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan covid dan kalangan akdemisi yang merupakan kekayaan tak ternilai bagi suatu bangsa. Tak berhenti sampai di sini, perekonomian pun dibuat tergoncang. Badai resesi menyapu semua lini, pegerakan roda ekonomi semakin pelan . Pendek kata, corona telah membuat semua sendi kehidupan terkena dampak. Sungguh kenyataan pahit yang harus ditelan semua manusia.

Namun sayang, kesadaran akan Maha Besarnya Allah yang telah mengirim makhluk mikro yang memporak-porandakan kehidupan umat manusia belum disertai dengan perubahan menuju taubat dan ketaatan total. Sejak awal kasus corona terdeteksi di Indonesia, kejumawaan terus menghiasi kebijakan penguasa. Kedzaliman tidak berkurang namun sebaliknya malah bertambah, pengesahan UU omnibus law yang kedok jahatnya semakin terlihat nyata, kebijakan yang menguntungkan pengusaha dan asing terus berlanjut sedangkan rakyat kecil dibiarkan menantang maut. Hingga saat ini pun kesungguhan pemerintah untuk menjamin kesehatan dan hak hidup seluruh rakyat belum dilakukan secara totalitas. Kemiskinan semakin meningkat, tindak kriminal, perceraian hingga bunuh diri semakin sering menghiasi layar kaca informasi. Kedzaliman terus berlangsung, kesewenangan terhadap pihak yang kontra penguasa semakin ditunjukkan. Belum lagi di kancah internasional. Timbangan hubungan dengan luar negeri semakin memberat dengan pihak luar negeri yang semakin untung, sedangkan Indonesia semakin buntung dengan terjebak pada utang luar negeri dan penjajahan berkedok investasi. Bukannya meringankan beban rakyat, ke depan rakyat akan terus terbebani akibat keputusan pemerintah yang tidak tepat mengelola anggaran dan terus berutang apapun bentuknya.

Memang sudah menjadi tabiatnya, solusi berbasis prinsip sekular kapitalisme tidak akan pernah memberi solusi, malah sebaliknya akan terus menuai masalah. Harus ada perubahan yaitu dengan menerapkan sistem terbaik dari Allah, yaitu penerapan syariah kaffah dalam naungan khilafah. Khilafah dengan tuntas akan menyelesaikan masalah berdasarkan aturan dari Sang Pencipta, hasilnya semua masalah teratasi dan keberkahan menaungi. Untuk penanganan pandemic, khilafah akan mengambil kebijakan dengan prinsip mendahulukan keselamatan nyawa seluruh rakyat di atas segalanya. Tegas mencegah penularan wabah. 

Langkah penting yang harus dilakukan adalah memastikan dan memisahkan penderita dari rakyat yang sehat. Mengeluarkan dana untuk menyediakan tes gratis sehingga ada kepastian rakyat yang sehat dengan rakyat yang terkena virus. Dengan langkah ini yang sakit wajib diisolasi dengan tetap dipenuhi kebutuhannya dan yang sehat tetap bisa beraktivitas secara normal. Berikutnya memastikan roda perekonomia terus berputar, dengan menyusun ulang anggaran. Pengeluaran yang tidak urgen dihentikan sementara, pengelolaan SDA yang melimpah ditata ulang , tidak diserahkan kepada swasta bahkan asing. Menghentikan utang ribawi yang membawa petaka dunia akhirat. Memenuhi kepbutuhan rakyat yang terpaksa harus isolasi sehingga tidak bisa mencari nafkah. Meningkatkan intensitas pembiayaan penelitian para ilmuwan untuk segera mendapatkan vaksin, khilafah akan terus menempuh cara halal agar nyawa rakyat tidak di ujung kematian, karena dalam sistem khilafah, nyawa warga Negara sangatlah berharga. Maka upaya maksimal untuk melindungi nyawa pun menjadi lengkah utama, bukan untuk kepentingan bisnis, akan tetapi semata agar rakyat selamat. Maka wajar jika saat ini umat terus berharap pada tegaknya khilafah, sistem warisan Rasulullah saw yang wajib ditegakkan dan sangat dibutuhkan umat, agar selamat di kehidupan dunia dan akhirat 


Puncak kesewenangan itu akan segera berakhir dengan kejatuhan

  

Akhir tahun 2020, di saat semua memutar kaleidoskop tentu dalam rangka muhasabah langkah dzalim malah menghiasi kebijakan pemerintah.


Setelah dengan keji membunuh 6 orang dengan informasi simpang siur, kedzaliman penguasa terus dipertontonkan, salah satunya dengan pelarangan aktivitas FPI. Dan seperti pendahulunya, HTI, FPI dibubarkan tanpa peringatan dan   keputusan pengadilan. Dan memang seperti itulah kesewenangan rezim melalui hasil revisi UU ormas. Asal ada alasan tidak suka sudah sah bagi penguasa membubarkan sebuah ormas. Alasan lain tinggal dicari-cari.


Keberadaan anggota FPI (atau mungkin sudah tidak aktif?) yang terlibat kasus terorisme bukan alasan kuat. Partai yang oknum pengurusnya banyak terlibat korupsi tidak diusik.


Tindakannya sering mengambil alih wewenang aparat terutama dalam hal sweeping harusnya menjadi evaluasi, ternyata aparat belum maksimal membasmi kemaksiatan. 


Sedangkan alasan membahayan minoritas, maka harus diperjelas. Minoritas yang mana? Tukang maksiat, PSK, LGBT? Jika benar, siapa sesungguhnya yang dirugikan?

Mungkin penguasa merasa jumawa kebijakannya begitu tegas dan tak bisa ditawari padahal sejatinya tak lebih dari kebijakan dzalim. Parahnya, kedzaliman terus saja dilakukan. Belum lagi kekonyolan di bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan, terlalu banyak kebijakan yang mengabaikan kepentingan rakyat.

Karena kedzaliman itu bukti ketidakmampuan, dan rezim lemah. Maka bisa dipastikan tidak lama lagi akan mengalami kehancuran. Oleh karena itu, pihak yang didzolimi selayaknya tak perlu bersedih hati, terus istiqamah, menanti kemenangan yang tak lama lagi.


Kediri, 31 Desember 2020

Wednesday, 9 December 2020

Penguasa Rakus, Habitat Hewan Diberangus?

 

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan tetap akan mempromosikan proyek wisata Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT). Alasannya, komodo merupakan hewan yang hanya ada di Indonesia sehingga memiliki nilai jual tinggi. "Karena saya pikir komodo ini cuma satu satunya di dunia, jadi kita harus jual," katanya dalam Rakornas Percepatan Pengembangan 2 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Jumat (27/11). Ia mengakui jika proyek ini memang bersifat komersil. Namun, tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan hewan langka tersebut.(cnnindonesia.com).

Langkah pemerintah ini bisa dibilang sangat nekat, hanya demi segenggam rupiah alam pun dikorbankan. Pemasukan negara di sektor pariwisata tidak akan sebanding dengan dampaknya terhadap lingkungan karena proyek menjual kawasan wisata alam sudah terbukti mengganggu habitat makhluk hidup, tidak ada ceritanya pariwisata membuat lingkungan semakin baik, yang ada hanyalah kerusakan lingkungan meskipun dampaknya dalam jangka panjang. Proyek ini jelas akan merugikan. Pembangunan pariwisata tidak hanya merugikan manusia dan alam tapi juga mengalihkan dari pengelolaan SDA yang memberi pemasukan besar. Seharusnya pemerintah lebih fokus pada pengelolaan SDA untuk memenuhi kebutuhan rakyat, pemasukannya bisa dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Sedangkan proyek pariwisata hanya akan mengutungkan para pemilik modal, rakyat hanya menikmati recehan dan remah-remahnya.  Keputusan ini membuktikan kerakusan pemerintah yang terpilih dalam sistem demokrasi. Apapun dilakukan demi meraup pundi-pundi rupiah yang hanya dinikmati segelintir orang. Rezim rakus, kebijakannya berpotensi memberangus habitat makhluk hidup.

Keputusan untuk menjual proyek wisata di Pulau Komodo adalah bukti rusaknya dasar kebijakan dalam sistem demokrasi, lingkungan tak dipedulikan, halal haram diabaikan demi mengejar keuntungan materi semata. Memang kebijakan yang bisa dimaklumi apalagi saat kondisi pandemi, pemerintah sudah mulai kelimpungan, selain menambah utang juga menjual semua potensi yang dimiliki. Wajar, solusi yang menyisakan permasalahan sudah bawaan dalam sistem demokrasi seperti saat ini. Beda halnya dengan pengaturan Islam. Islam mengatur tentang wilayah konservasi (hima). Hima adalah wilayah khusus yang ditetapkan negara untuk keperluan perlindungan hewan dan tumbuhan. Bahkan terlarang memburu atau menebang pohon dikawasan hima. Negara juga tidak mengijinkan semua pihak merusak fungsi hima. Tidak boleh mengubah hima hanya demi materi belaka. Sedangkan dalam urusan pemasukan yang menjadi sumber pendapatan negara, kebijakan yang diambil adalah dengan pengelolaan SDA, salah satunya yang merupakan kepemilikan umum, haram SDA dieksploitasi oleh swasta atau individu. Tidak boleh merusak lingkungan dan hasilnya pun semata demi kepentingan seluruh rakyat bukan segelintir golongan.




Wednesday, 25 November 2020

Fokuslah Pada Kenikmatan




Manusia hidup pasti tak terlepas dari masalah. Meski sedikit, meski kecil, masalah dan ujian pasti ada, karena memang begitulah hidup.


Maka ketika menemui masalah harusnya sudah tertancap kuat, bahwa ini adalah bagian dari dinamika hidup. Tinggal menjalani, menghadapi, menyelesaikan atau bahkan cukup diabaikan. Tak perlu merasa menjadi manusia yang paling sengsara di dunia.

Begitu pula dengan kenikmatan, terkadang manusia merasa nikmat itu mudah dihitung, merasa tidak banyak mendapat kenikmatan, bahkan bisa jadi iri dengan kenikmatan orang lain.


Jika manusia hidup pasti ada masalah, maka tak jauh berbeda, manusia hidup juga diberikan kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Namun memang terkadang ada yang kurang puas, ada yang terus meminta, meminta dan meminta lagi. Atau bahkan protes, mengeluh dan iri. Jika demikian wajar ketika telah mendapatkan kenikmatan masih saja merasa hidup tanpa kenikmatan.

Bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan, manfaatkan untuk semakin mendekat kepada Allah. Semakin taat kepada Allah. Begitu pula saat ada masalah. Sabar, ikhlas, berusaha mencari solusi dan tawakal.


Semoga di saat nikmat didapat kita semakin taat, dan saat masalah menyapa usaha juga semakin kuat, menjalani semua dengan ikhlas, terus mengingat dunia hanya sementara dan akhirat kekal adanya.



Menulis ini saat mengingat ada banyak kenikmatan yang telah diberikan, meski masalah  selalu ada. Di saat berpapasan dengan mereka yang tak bisa melihat namun terus semangat dalam kehidupan.


Pare, 25 November 2020

Thursday, 19 November 2020

Teruntuk Para Jomblo

 


Bukan untuk mensupport agar para jomblo tetap pada statusnya, hanya ingin menasihati diri semoga selalu ingat, qadla Allah adalah yang terbaik untuk kita.



Selalu husnudzan, sedikit pun jangan terbersit bahwa Allah tidak adil karena hingga detik ini Allah belum juga memberi jodoh, selalu meyakini, qadla baik buruk dalam persangkaan manusia itu adalah yang terbaik, terimalah dengan sabar dan ikhlas.


Yakin  status jomblo bukan aib, justru harus selalu memanfaatkan status ini untuk terus berbuat baik, memberi manfaat terbaik kepada manusia, memberikan dedikasi optimal untuk agama Allah, terus memperbaiki diri, terus menambah ilmu, terus mendekat kepada Allah, hingga di saat terbaik nanti kita siap menerima jodoh kita, siap untuk terus bertahan dalam kebaikan, bahkan ketika menikah dan sesudahnya kita bisa menambah kebaikan, bukan malah sebaliknya.



Selagi masih ada waktu teruslah menuntut ilmu, teruslah memberikan ilmu, hingga saatnya nanti semua itu sulit direalisasikan karena ada segudang masalah rumah tangga yang bisa jadi membuat kita semakin sulit untuk menuntut ilmu, semakin sempit berainteraksi dengan orang lain.


Tak perlu iri dengan orang lain yang terlihat mudah bertemu jodoh, terlihat bahagia bersama pasangannya, yakin saja semua bisa bahagia asal selalu taat padaNya.


Isi waktu untuk kebaikan, untuk perjuangan. Ketika masih punya orang tua, manfaatkan waktu yang kita tak tahu sampai kapan diberikan untuk berbakti kepada orang tua. Berikan yang terbaik selagi orang tua masih ada, seringlah mengunjungi saudara, keluarga, kerabat, dan sahabat.


 Menambah ilmu apapun itu, seputar keluarga hingga ilmu agama. Belajar bahasa Arab, perbaiki bacaan Al Qur'an, tambah hafalan, jika kita bekerja pastikan hasilnya untuk bekal di akhirat.


Agar kelak ketika jodoh itu datang sudah tak ada alasan apalagi mengkambinghitamkan keluarga, merasa sibuk hingga hanya memberikan waktu sisa untuk menuntut ilmu, untuk berdakwah atau bahkan melalaikannya karena alasan keluarga, naudzubillah. Ingatlah, pada saat Allah mempertemukan kita dengan jodoh kita, seharusnya kita semakin bersyukur, semakin mendekat kepada Allah, semakin semangat berjuang di jalan dakwah.


Terakhir, terus memohon kepada Allah, terus meminta kepada Allah agar diberikan jodoh yang mengantarkan kita bahagia dunia akhirat. Jangan menyerah, jangan merasa lelah, karena Allah Maha segalanya tak ada yang tak mungkin bagiNya


Kediri, 19 November 2020

Tuesday, 3 November 2020

Rapor Merah PJJ : Cacat Sistemik

 

Pelaksanaan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) di tahun 2020/2021 sudah melewati penilaian tengah semester di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Tentu bukan waktu yang singkat, mengingat PJJ juga sudah berlangsung sejak akhir tahun pelajaran 2019/2020. Dan hasilnya adalah rapor merah. Ya, rapor merah layak diberikan saat menilai PJJ, mengingat masalah yang terus mendera dunia pendidikan. Fakta di lapangan berbicara, tidak semua peserta didik mempunyai fasilitas PJJ dengan berbagai alasan. Dan hampir sebagian besar karena keterbatasan dana membeli fasilitas dan tidak sedikit yang terjangkau sinyal. Bahkan keironian terus mengiringi pelaksanaan PJJ. Kecelakaan saat mencari sinyal di tempat tinggi, ayahmencuri HP demi pembelajaran anaknya, siswa rela menjadi kuli demi membeli HP hingga bunuh diri karena tak sanggup menghadapi PJJ. Proses PJJ pun juga penuh dengan lika-liku, ketidakjelasan zona suatu wilayah, penilaian dan evaluasi belajar yang kevalidan hasilnya diragukan, hingga pendidikan yang jauh dari realisasi pembentukan karakter mulia untuk peserta didik. Ini masih sebagian kecil permasalahan seputar PJJ.  Belum lagi masalah dana, terutama disunatnya dana BOS di madrasah, juga kuota belajar yang belum dinikmati semua pelajar dan pengajar. Maka layaklah PJJ yang digawangi Kemendiknas dan Kemenag diberi rapor merah.

Rapor merah ini jelas karena kesalahan sistemik, dalam sistem pendidikan di negeri ini pendidikan tidak sepenuhnya ditempatkan sebagai bidang yang menjadi prioritas utama, jelas karena bukan lahan bisnis yang menjanjikan menghasilkan uang yang melimpah, bahkan bisa dikatakan menghabiskan anggaran menurut kacamata kapitalis, maka wajar kesungguhan untuk memberikan pelayan maksimal di bidang pendidikan pun patut dipertanyakan. Jika pun ada perhatian khusus malah sebaliknya, demi mencetak generasi berkarakater liberal, sejalan dengan ideologi kapitalisme yang mencengkeram pemikiran para pengelola negara. Dan ironinya lagi, kesempatan PJJ dalam suasana wabah ini tak luput dari sasaran kapitalisasi. Lihat saja bagaimana komersialisasi beberapa layanan belajar online dan penyediaan kuota internet, dan yang pasti lagi-lagi yang diuntungkan adalah para pemilik modal, rakyat hanya bisa gigit jari. Penyediaan layanan juga bukan karena kepeduliaan, namun lebih karena melanggengkan hubungan simbiosis mutualisme penguasa dan pengusaha. Akhirnya, tujuan pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa pun sangat jauh api dari panggang. Sudahlah ilmu tak dapat, karakter generasi pun semakin amburadul, tak jelas kemana arahnya. 

Rapor merah ini akibat sistem yang batil. Menjadikan kebebasan dan materi sebagai pedoman, maka tak heran akan terus menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu dibutuhkan perubahan sistemik pula. Dan satu-satunya system alternative yang layak untuk diandalkan hanyalah system pendidikan Islam yang berjalan sempurna dalam naungan system khilafah. Dalam sistem Islam, pendidikan adalah adalah kebutuhan mendasar bagi seluruh warga negara, maka penguasa akan mengerahkan seluruh tenaga agar semua mendapat pendidikan , dan tujuannyapun juga mulia, pendidikan untuk membentuk manusia berkepribadian Islam yang luhur, siap mewujudkan peradaban gemilang.


Saturday, 31 October 2020

Tak perlu ragu, terus menyampaikan khilafah

 Sebuah pertanyaan, apa yang harus kami lakukan ketika di tempat kami kerja ada peringatan untuk tidak menyampaikan ide khilafah?



Itu adalah pertanyaan berdasarkan fakta di lapangan, di negeri mayoritas penduduk muslim. Sangat ironi memang. Hingga seorang muslim pun merasa bingung, padahal khilafah adalah ajaran Islam, seharusnya apapun yang terjadi tetap percaya diri mendakwahkan Islam. 


Dan memang itulah salah satu tujuannya, membuat muslim ragu, bimbang dengan slah satu ajaran Islam meski hanya sekadar menyampaikan. 


Tidak hanya untuk membuat umat bimbang, bahkan menjadikan umat alergi, takut dengan syariat Islam dan lebih jauh lagi, membuat umat menolak dan menentang dakwah khilafah. 



Jadi tak perlu bertanya lagi, teruslah berdakwah menyampaikan khilafah. 


Karena khilafah adalah janji Allah, kewajiban dan warisan Rasulullah saw. Tak perlu ragu mendakwahkannya. Terus dakwah hingga maut menjemput



Kediri, 31 Oktober 2020