Monday, 28 March 2016

Tidak Hanya Aku Melihat dan Aku Mendengar, Jangan Terlewatkan : Aku Mikir


Dulu waktu masih di Surabaya, sudah biasa mendengar isu seputar soto di kantin Pusat  ITS. Yang dicampur daging kucing lah, daging tikus lah, sampe katanya ada “CD” nya lah. Ah… ternyata itu tidak berpengaruh bagi saya. Tetep aja seneng soto kantin, apalagi ada yang nraktir tambah seneng banget.

Tapi ada dua jenis makanan yang awalnya suka banget tetapi ketika melihat dengan mata kepala sendiri jadi berbalik 180  derajat, blas gak gelem, jijik. Kangkung dan iwak pe asap. Gara-garanya lihat air yang digunakan mengairi kangkung di sekitaran kampus. Dan melihat dengan mata kepala sendiri lingkungan tempat manggang ikan di Kenjeran. Meski diberi gratisan, kalo itu di Surabaya, ogah. Dan sepertinya ini masih bertahan sampai sekarang, meski sekitaran ITS jadi bersih dan Kenjeran jadi cantik apalagi ada jembatan Suramadu. Bayangan itu masih ada.

Untuk masalah makanan, meski ada cerita mengerikan dan bombastis bagi saya tidak terlalu berpengaruh, lapar ya makan, selama dhahirnya halal dan thayyib ya makan saja.

Tapi ada juga yang baru dengar isu saja sudah ga mau, gak kolu. Ada juga yang suasana tidak mendukung nafsu makan jadi turun. Baru dengar saja sudah hilang nafsu makan, apalagi kalo lihat, mungkin ga makan berhari-hari.  Rugi kalo seperti ini, lapar ya makan.
(Heran dengan yang asal share ttg bakso tikus, kangkung berlintah, rokok mengandung babi. Memang bs jd membuat orang menjauhi, tp harusnya mikir lg. Bakso tikus, tikusnya butuh berapa ekor nangkepnya dmn. Perusahaan rokok di indonesia tdk mungkin ambil resiko pake babi dlm slh satu bahannya, pasti tdk laku, bagaimanapun jg mayoritas penduduk negeri ini muslim dan perokoknya juga berpeluang besar banyak muslimnya.  Lintah hidup di tumis kangkung terlalu aneh, hebat nian si lintah). 

Mendengar dan melihat, dua aktivitas yang sangat berpengaruh pada sikap yang akan diambil. Maka dua aktivitas ini sering disebut beriringan di dalam Alquran. Namun yang disebut lebih awal daripada melihat dan mendengar (mata dan telinga) adalah qalbu bermakna akal. Jadi mikir itu tidak boleh diabaikan. Ga asal main ambil kesimpulan dan tindakan. Apalagi terkait informasi yang belum tentu benar tidaknya. Teliti terlebih dahulu, cari pembandingnya, layakkah dijadikan rujukan, layakkah dibagikan kepada orang lain. Di dunia maya jangan terjebak info hoax, di dunia nyata jangan mencukupkan dengan “ katanya , katanya”.

Al-Baqarah
خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat
Al A'raaf
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat , dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar . Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Tetap kembali ke  tema utama : Syariah dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamin.
Saya percaya, dengan syariah yang diterapkan dalam system khilafah umat manusia bisa hidup lebih baik lagi.

Merasakan berdarah-darahnya khilafah saja tidak, menyaksikan dengan mata kepala sendiri juga tidak, bagaimana bisa percaya begitu saja dengan cap-cap negative seputar khilafah. Berpikir  sebelum menuduh khilafah itu sebagai bentuk system pemerintahan yang tak layak diterapkan.

Memang pernah mendengar dan membaca buruknya penerapan Islam meski systemnya khilafah dalam sebagian masa kekhilafahan, tapi ini bisa disikapi dengan tepat ketika mencari tahu bagaimana khilafah yang syar’i yang diperintahkan Allah dan Rasulullah saw. Mikir dan ngaji, bagaimana seharusnya khilafah tegak. Biar tidak asal menelan mentah-mentah informasi negatif seputar khilafah. Berpikirlah dengan informasi yang kita terima.

Mendengarkan ketika diajak ngaji, berdiskusi tentang khilafah.
Gunakan akal untuk berpikir, mencari informasi yang sahih.

Bagaimana pun juga ide khilafah semakin menggema, telinga pasti sudah mendengar, mata pasti sudah melihat upaya pengopinian penegakkan khilafah, maka pikirkanlah, mendukung, turut berjuang,  diam saja atau malah menolak.



Pare, 28 Maret 2016

Kaidah-kaidah Nahwu : Nahwu Wadhih I Juz 2


النحو الواضح
فى قواعد اللغة العربية
لمدارس المرحلة الأولى
الجزء الثانى

25 . الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ الآخِر هُوَ مَا كَانَ آخِرُهُ أَلِفًا أَوْ وَاوًا أَوْ يَاءً , وَتُسَمَّى هذِهِ الْأَحْرُفُ    الثَلاَثَةُ بِأَحْرُفِ الْعِلَّةِ
26 . الْفِعْلُ الْصَحِيْحُ الآخرِ هُوَ مَا لَمْ يَكُنْ آخِرُهُ حَرْفًا مِنْ أَحْرُفِ الْعِلَّةِ الثَلاَثَةِ
27 . الْكَلِمَاتُ تَنْقَسِمُ قِسْمَيْنِ : مَا يَثْبُتُ آخِرُهُ عَلَى حَالٍ وَاحِدَةٍ فىِ جَمِيْع التَّرَاكِيبِ وَيُسَمَّى مَبْنِيًّا وَمَا يَتَغَيَّرُ آخِرُهُ وَيُسَمَّى مُعْرَبًا
28 . الْحُرُوْفُ كُلُّهَا مَبْنِيَّةٌ , وَكَذلِكَ جَمِيْعُ الْأَفْعَالِ المَاضِيَّةِ وَ جَمِيْعُ الأَفْعَالِ الأَمْرِ
29 . الأَحْوَالُ الَّتِى تُلَازِمُ أَوَاخِر الْكَلِمَاتِ الْمَبْنِيَّةِ أَرْبَعٌ، وَهِيَ الْسُكُوْنُ وَالْفَتْحُ وَالضَّمُّ  وَالْكَسْرُ وَتُسَمَّى أّنْوَاعَ الْبِنَاءِ
30 . الْكَلِمَاتُ الَّتِى يُلَازِمُ أَوَاخِرِهَا السُكُوْنُ أو الْفَتْحُ أو الضَّمُّ وأ الْكَسْرُ، يُقَالُ إِنَّهَا مَبْنِيَّةٌ  عَلَى السُكُونِ أو الفَتْحِ أو الضَّمِّ وأ الكَسْرِ 

Bersambung 

Jika ada kesalahan penulisan mohon memberitahukan. Jazakumullah khairan katsir
Nahwu Wadhih I Juz 1
 Pare , 28 Maret 2016


Sunday, 20 March 2016

Maf'ul Mutlak

Pembahasan Maf’ul Mutlak : untuk menguatkan makna, menjelaskan bilangan, menjelaskan jenis, menjelaskan sifat.

Pola yang paling terlihat adalah adanya fi’il dan mashdar yang bersesuaian

Contoh :

إِذَا رُجَّتِ الأرْضُ رَجًّا
apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya ( Al Waqiah 4)
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا
dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya ( Al Waqiah 5)
إِذَا زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat) ( Az  Zalzalah 1)

فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ
maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia ( Al Maidah 115)

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا
Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung (An Nisa’ 164)

وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الأرْضِ نَبَاتًا
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya (Nuh 17)

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلا
Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan( Al Muzamil 8)


Bersambung


Pare, 20 Maret 2016

Saturday, 19 March 2016

Sales – Salesman


Dahulu, waktu masih ngontrak di Surabaya, mendengarkan tetangga sebelah ngobrol dengan penjual sirup. Penjualnya ngomongnya banyak banget, menjelaskan enaknya, segernya minuman yang dijualnya. Ngomong terus, A sampai Z, tapi lupa, berhasil pa tidak menjual produknya.

Keluar dari apotik, ada yang menyapa : “ Selamat sore, buru-buru? Minta waktunya lima menit saja ya? Tapi kalo sibuk ga pa pa lain waktu saja “ Ngomong terus dan senyuman terus menghiasi. Berhubung memang benar-benar terburu, jawab “ Maaf mau pulang” . Si Mbak pun tetap tersenyum dan menjawab “ Ya tidak apa-apa, semoga bisa ketemu lagi”. Sama sekali tidak terlihat rasa kecewa karena ditolak. 

Tiga hari kemarin, ada yang telpon, semua kode area Jakarta. Keangkat satu kali saja, “ Dengan Bu Aini, Ya?”, “ Punya kartu kredit?”, “  Sudah punya asuransi?”, “Saya dari bla…bla…”, “ Asuransi ini punya kelebihan bla..bla..”.  Cuman jawab : Ya, Ya, Ya.  Padahal ga ngerti kartu kredit ki opo to ? Belum selesai menjelaskan telepon terputus. Alhamdulillah, akhirnya. Sebelumnya mau nutup duluan tidak tega.

Tapi salut dengan para salesman tersebut. Dengan detail menjelaskan produknya, PeDe menawarkan barang dagangannya, tidak marah-marah meski tidak dibeli. Turut mendoakan semoga dagangannya laris, rezekinya barokah. Tidak untuk yang dagang asuransi, doanya moga cepet ngaji. 

Tidak ada yang salah, mencari rezeki halal lillahi ta’ala insya Allah tidak sia-sia.

Namun ada aktivitas perniagaan yang sangat istimewa, bisa menyelamatkan dari adzab yang pedih : 

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui
Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

(QS : Ash Shaf/61: 10 – 11)

Ada juga ucapan terbaik yang tidak sia-sia, bukan asal ngomong apalagi nggedabrus : 
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" ( QS : Fushshilat / 41 : 33).
Ini pertanyaan retoris, tentu saja jawabannya orang yang menyeru pada hukum Allah dan mengajak beramal salih. 

Jadi ucapan kebaikan, mengajak menuju kebaikan, menyampaikan syariat Islam, mengajak melaksanakan Islam kaffah dalam naungan khilafah itu perkataan yang baik. Tentu disertai adab berbicara, menjelaskan dengan gamblang, tidak marah ketika ditolak. 

Jadi percaya diri saja ketika menyampaikan Islam (tapi ga bonek alias bondho nekat)
Jangan takut menyampaikan Islam (menyampaikan dengan ilmu)
Yakin Islam dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil’Alamin


Pare, 19 Maret 2016

Thursday, 17 March 2016

Memperjuangkan Khilafah Itu Mulia

Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, bukan karena takut dengan Quraisy di Mekah
Rasulullah saw hijrah tidak hanya sekadar pindah tempat tinggal, namun membentuk Negara Madinah
Membentuk masyarakat yang menerapkan Islam secara kaffah
Di dalam negeri menerapkan Islam, semua lini kehidupan dipastikan diatur dengan syariah
Tak hanya berhenti sampai di sini, Rasulullah saw mulai mendakwahkan Islam ke berbagai wilayah
Mengirim surat menyampaikan risalah Islam kepada para raja, kaisar, dan pemimpin kabilah
Mengikat perjanjian dengan berbagai pihak dan memperlakukan dengan adil warga negara meski berstatus kafir ahlu dzimmah
Dan itu terus berlangsung hingga Rasulullah wafat namun system Islam terus berlanjut dengan khilafah
Rasulullah saw memang wafat dan berakhirlah masa kenabian, namun satu kepemimpinan untuk umat terus dilanjutkan para khalifah
Dan wilayah Islam pun semakin meluas hingga ke seluruh penjuru dunia pada masa khulafa’ rasyidah
Terus berjaya di bawah kepemimpinan khalifah Bani Umayah
Terus mencetak generasi terbaik, ilmuwan sekaligus mujtahid pada masa Khalifah Bani Abasiyah
Terus menggetarkan dunia menjadi Negara adidaya di tangan Khalifah Utsmaniyah
Hingga pada saat taraf pemikiran umat semakin rendah
Cinta dunia, takut mati, terpesona dengan ide kufur semakin membuat umat semakin melemah
Buruknya penerapan syariah Islam di dalam institusi khilafah menambah parah
Di saat bersamaan dunia barat mulai bangkit dan berayunlah  neraca sejarah
Umat Islam mulai meninggalkan ideologi Islam namun Eropa mulai dipenuhi para pencerah
Eropa bangkit dengan ideology kapitalisme namun umat Islam meninggalkan ideologinya sehingga hidupnya semakin tak terarah
Barat pun terus berusaha menghancurkan institusi khilafah tanpa mengenal kata menyerah
Semua upaya dilakukan meski membutuhkan pikiran, tenaga dan dana yang melimpah
Serangan misionaris, menimbulkan konflik antar warga Negara khilafah, mendirikan kelompok studi, bertopeng kegiatan kemanusiaan, mendirikan percetakan, memanfaatkan semua celah
Jatuh bangun menemui kegagalan dan hampir-hampir saja gagal dan kalah
Namun sedikitpun Barat tak menghentikan langkah
Mulailah memanfaatkan kaum intelektual agar strategi menghancurkan khilafah semakin mudah
Mencekoki umat Islam baik kalangan pemikir, pembesar hingga kalangan bawah
Nasionalisme, kemerdekaan dari khilafah, patriotisme terus dihembuskan agar umat Islam terpecah belah
Mendidik generasi umat Islam dengan tsaqafah Barat yang salah
Mengarahkan umat Islam agar menjadikan Barat sebagai rujukan pemikiran dan hadlarah
Dan akhirnya melalui tangan Mustafa Kemal Pasha runtuhlah khilafah


Selanjutnya musuh-musuh Islam tidak berhenti sampai di sini dan berdiam diri
Seluruh upaya pun terus dilakukan agar tegaknya khilafah bisa dihalangi
Bahkan usaha itu terus berlanjut hingga kini
Dengan kejam umat Islam di bantai dan dibuat menderita di berbagai negeri
Melalui penguasa antek barat membungkam perjuangan untuk menegakkan khilafah kembali
Tak hanya lewat kekejaman fisik namun juga melalui fitnah yang bertujuan menciutkan nyali
Mencap pejuang khilafah sebagai teroris radikal yang seolah harus dibasmi
Memberikan gambaran khilafah seolah sebagai masa yang sangat ngeri
Menetapkan satu-satunya yang layak diterapkan dan yang bisa menyelamatkan hanyalah demokrasi
Namun itu semua itu tak akan berpengaruh ketika yakin dengan janji Allah SWT yang pasti
Berpegang teguh pada hukum Allah SWT dan menerapkan Islam adalah sebuah solusi
Bukan perjuangan sebatas ilusi
Perjuangan yang membutuhkan upaya, bekal dan pengorbanan tinggi
Perjuangan mulia untuk meraih ridla ilahi
Perjuangan yang membutuhkan pengembannya intuk terus bersabar dan istiqamah dalam memperbaiki
Karena memperjuangkan khilafah itu kewajiban bukan sekadar mengisi waktu luang atau bahkan sekadar hobi
Memperjuangkan khilafah itu jalan mulia bukan kejahatan yang pelakunya layak diberi sanksi
Para pengabai hukum Allah lah yang sesungguhnya berbuat keji
Mencampakkan hukum Allah membuat aturan sesuka hati
Merekalah pengkhianat dan penjahat sejati
Yang merugi di akhirat nanti
Tak perlu berkecil hati
Cukuplah Allah di sisi
Tak lupa doakan para pembenci agar tertunjuki
Sabar dengan ujian dalam perjuangan yang penih dengan onak dan duri
Memperbaiki diri dan bergabung dalam jamaah dakwah yang menjadikan Islam sebagai ideologi
Menyampaikan Syariah dan Khilafah agar Islam menjadi rahmatan lil’alamin, mengayomi semuanya tanpa terkecuali.


Pare, 17 Maret 2016











Monday, 14 March 2016

Ilmu, Memudahkan Jalan ke Surga


َمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ الله لَه بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Siapa saja yang menempuh jalan mencari ilmu niscaya Allah mudahkan untuknya jalan ke surga
(HR Muslim, Ibn Majah, at-Tirmidzi dan Ahmad).

Man salaka tharîqan yaltamisu bihi al-ilma (Siapa saja yang menempuh jalan mencari ilmu). Menempuh jalan di sini mencakup yang hakiki yaitu melakukan perjalanan dengan jalan kaki atau dengan kendaraan; juga mencakup menempuh jalan maknawi yang mengantarkan pada perolehan ilmu seperti menghapal, mempelajari, mengkaji, mengulang, mendiskusikannya, menulis atau memahami ilmu dan semisalnya yang bisa mengantarkan pada perolehan ilmu.
Sahhalallah tharîqan ilâ al-jannah (Allah memudahkan jalannya ke surga).  Maksudnya, Allah memudahkan untuk dirinya ilmu yang dia cari dan Allah mudahkan dia menempuh jalan ilmu itu.  Bisa juga, Allah memberi kemudahan kepada orang yang mencari ilmu jika ia lakukan untuk mendapat keridhaan Allah, yakni Allah mudahkan dia untuk memanfaatkan ilmunya dan beramal sesuai ilmu itu, sehingga menjadi sebab ia tertunjuki.  Bisa juga untuk orang yang mencari ilmu itu, Allah mudahkan ilmu-ilmu lainnya dan pemanfaatannya. Hal itu sebagaimana dikatakan di Faydh al-Qadîr, “Man amila bimâ ya’lam awratsahuLlâh ilman mâ lam ya’lam (Siapa yang beramal dengan apa yang dia ketahui, Allah akan mewariskan kepada dia ilmu yang belum dia ketahui).
Tafsir Hadits Arbain no 36 – Majalah Al Waie

Ya, bagaimana pun juga pencari ilmu itu lebih mulia daripada orang yang bermalas-malasan. Dengan ilmu menjadi tahu mana yang sesuai dengan perintah Allah SWT dan Rasulullah, dan mana yang melanggarnya. 

Dengan menghadiri majelis ilmu, memperhatikan adab-adab dalam majelis ilmu insya Allah lebih utama karena dalam majelis ilmu yang membahas syariat Allah akan ada malaikat yang mendoakan. Terlepas dari bisa menguasai ilmu yang diajarkan atau sulit sekali memahaminya atau dengan mudah paham suatu ilmu, mendatangi majelis ilmu dengan niatan lillahi ta’ala tak akan pernah sia-sia.

Berusaha mengingat, agar istiqamah menghadiri majelis ilmu. Belajar Bahasa Arab yang terasa semakin rumit, belajar tahsin Alqur’an yang semakin sulit, belajar mencari bekal dalam berdakwah yang semakin penuh godaan, belajar mengenal Islam yang menuntut pengamalan.  Tergoda dengan hal-hal mubah, semata mengejar materi dan kebahagiaan dunia saja. Tergoda dengan rasa malas. Tergoda dengan bisikan setan, lebih baik tidak tahu agar bisa hidup bebas tanpa terkekang syariat. Salah. Dengan ilmu Allah akan memudahkan kita menuju surga. Jadi jangan malas menghadiri majelis ilmu, jangan mencari-cari alasan agar bisa tidak datang. Mengatur jadwal dan kegiatan agar setiap ada majelis ilmu  bisa menghadirinya. 

Pare, 14 Maret 2016

Monday, 7 March 2016

Bacanya Ge – eM – Te Bukan Ji – eM – Ti

Gambar dari Kementerian Agama RI
Awalnya tidak terlalu paham, sering melihat tulisan GMT trus ada reporter TV yang menyebutnya ji em ti. Kirain GMT beneran Greenwich Mean Time. GMT gandengannya 9 Maret, ooo…ternyata Gerhana Matahari Total. Lebay dech, gitu kok bacanya nggaya.

Dan penyikapannya sepertinya juga kurang tepat, promo sana-sini, pesta adat, pesta rakyat, festival budaya dan lain sebagainya. Sangat tercium aroma bisnisnya.

Bagi orang yang beriman kepada Allah SWT, cukup sederhana saja menyikapi adanya gerhana, baik matahari maupun bulan. Peristiwa alam yang menunjukkan kebesaran Allah, Allah sebagai Al Khaliq sekaligus Al Mudabbir. Dan ini juga pernah terjadi pada masa Rasulullah saw.  Dan Islam pun mempunyai syariat khusus ketika terjadi gerhana. Yaitu disunnahkah untuk shalat gerhana, memperbanyak doa dan kebaikan.

Shalat kusuf biasanya digunakan untuk menyebut shalat sunah gerhana matahari, sedangkan shalat khusuf untuk menyebut shalat sunah gerhana bulan. Baik istilah kusuf maupun khusuf boleh digunakan secara bahasa maupun syara’.

Berkaitan dengan shalat kusuf dan khusuf maka pelaksanaannya memperhatikan hal-hal berikut :
1.       Waktu shalat dimulai gelapnya matahari, dan terus berlangsung hingga matahari mulai tampak dan kusufnya hilang, matahari bersinar secara sempurna. Begitu juga dengan shalat khusuf, berkaitan dengan gerhana bulan.
2.       Boleh dilaksanakan tanpa memperhatikan waktu terlarang untuk shalat, misalnya setelah shalat ashar. Meski masuk waktu terlarang maka ketika gerhana terjadi setelah masuk waktu ashar maka tetap boleh dilakukan meski sesudah shalat ashar, shalat ashar yang hukumnya wajib tetap didahulukan.
3.       Disunahkan dilaksanakan secara berjamaah di masjid tanpa ada adzan dan iqamah, memanggil jamaah cukup dengan panggilan “ as shalatu jaami’ah”.
4.       Menurut jumhur ulama dilaksanakan sebanyak dua rakaat, setiap rakaatnya dilakukan dengan dua ruku’.
5.       Takbiratul ihram – al fatihah secara jahar – satu surat panjang – ruku’ yang panjang hampir sama dengan waktu berdiri – bangkit membaca sami’allahu liman hamidah rabbana wa lakal hamdu – al fatihah – surat yang panjang namun lebih pendek dari surat yang pertama – bangkit dari ruku’ – sujud lama – duduk di antara dua sujud – sujud lama namun lebih pendek dari sujud pertama. Berdiri mengulang untuk rakaat kedua dengan ketentuan sama, panjang surat lebih pendek dari rakaat pertama.
6.       Imam dianjurkan berkhutbah kepada jamaah yang topic pembahasannya sesuai dengan peristiwa tersebut.

Salah satu hadits yang berkaitan dengan gerhana matahari adalah :
Matahari mengalami gerhana (kusuf) pada jaman Rasulullah saw pada hari meninggalnya Ibrahim. Orang-orang berkata :”Matahari mengalami gerhana karena meninggalnya Ibrahim”. Maka Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya matahari dan bulan itu tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang, jika kalian melihat gerhana maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah”. (HR. Bukhari, Ahmad, al Baihaqi, Ibnu Khuzaimah, dan Al Bazzar)’
( Rujukan : Tuntunan Shalat berdasarkan Qur'an dan Hadits)

Jadi tidak tepat jika ada gerhana malah melakukan ritual yang tidak ada dasarnya. Pukul lesung/lumpang, upacara adat ini itu, beranggapan matahari dimakan raksasa, buto ijo, berkaitan dengan bencana atau apalah. Bukan, itu semua anggapan yang tidak tepat. Seharusnya masyarakat diedukasi dengan benar, bukan malah dibiarkan dengan tradisi yang merusak akidah, atau malah sangat terpengaruh dengan pemikiran kapitalis, saatnya berwisata, saatnya berbisnis, dengan mengabaikan yang sunah atau bahkan mengabaikan yang wajib. Dijelaskan secara ilmiah, diajak berpikir cemerlang dikaitkan dengan akidah Islam.

Dan meski diperkirakan GMT akan terjadi 300 tahun lagi, selama pemikiran masyarakat tidak tepat maka menyikapi gerhana matahari dengan tidak tepat juga akan terus berlanjut. Maka terus diperlukan dakwah agar umat Islam dan umat manusia semakin cerdas, semakin meyakini kebesaran Allah, semakin menjadikan hidup dipenuhi dengan kebaikan. Hingga Islam pun terealisasi menjadi rahmat bagi seluruh alam.


Pare, 7 Maret 2016

Friday, 4 March 2016

Kemana Lagi Harus Kucari

Hampir saja kau  menghampiri
Tetapi ketika kudekati kau malah menjauhi
Setiap saat kau kunanti tapi kau seolah tak menyadari
Dan terus saja itu terulang seringkali
Hampir saja putus  asa  menguasai
Tak seuntai kalimat pun berhasil  tertoreh oleh jari

Tak jarang kutunggu hingga hari-hari terlalui
Selalu optimis  tak kan menyerah lagi
Namun apa daya  tetap tak bisa memulai
Halaman putih masih menghiasi
Kursor pun hanya berkedip  tak berubah posisi
Satu dua kata tertoreh namun tak ada lagi kata menemani


Inspirasi, kemana lagi kau harus kucari

Pare, 4 Maret 2016

Wednesday, 2 March 2016

Sabar…meski harus menanti lama sekali


Go to the distance
Michael Bolton

i have often dreamed  of a far off place where a hero's welcome would be waiting for me where the crowds will cheer when they see my face and a voice keeps saying this is where i'm meant to be  i'll be there someday  i can go the distance i will find my way if i can be strong i know every mile will be worth my while when i go the distance i'll be right where i belong  down an unknown road to embrace my fate though that road may wander it will lead me to you and a thousand years  would be worth the wait it might take a lifetime but somehow i'll see it through  and i won't look back i can go the distance and i'll stay on track no i won't addept defeat it's an uphill slope but i won't lose hope till i go the distance  and my journey is complete  but to look beyond the glory  is the hardest part for a hero's strength us measured by his heart  like a shooting star i will go the distance i search the world i will face its harms i don't care how far i can go the distance till i find my hero's welcome  waiting in your arms  i will search the world i will face its harms till i find my hero's welcome waiting in your arms

Optimis  :
and a thousand years  would be worth the wait it might take a lifetime but somehow i'll see it through

Tak peduli… meski ribuan tahun, janji itu pasti terealisasi…
Begitulah jika keyakinan sudah menghujam ke lubuk hati yang paling dalam… sebesar apa pun hambatan, setinggi apa pun rintangan tak kan sedikitpun menyurutkan langkah.

 825 tahun setelah Rasulullah saw bersabda:
Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya (HR Ahmad)
Muhammad Al Fatih merealisasikan sabda Rasulullah tersebut pada thn 1453.

304 tahun barat berjuang menghancurkan Daulah Islam dan akhirnya berhasil
Serangan fisik tidak mempan, serangan pemikiran pun diluncurkan
1620 barat mulai mengirim misionaris dan mendirikan markas di Malta. Perjuangan mereka jatuh bangun, seringkali mengalami kegagalan namun tak membuat mereka menyerah. Berbagai strategi mereka pikirkan dengan hanya satu tujuan  MENGHANCURKAN INSTITUSI PELINDUNG UMAT “DAULAH ISLAM”.
Pemurtadan tidak terlalu berpengaruh, akhirnya serangan pemikiran mencekoki umat Islam dengan pemikiran sekuler kapitalis menjadi jalan bagi mereka.
Tercetaklah generasi kapitalis sekuler, umat pun semakin jauh dengan Islam dan syari’ahnya.
Akhirnya 3 Maret 1924 Daulah Islam lenyap dengan sempurna.

350 tahun barat membuat negeri ini menerima pemikiran sekuler kapitalis
Sebelum penjajah datang, nusantara ini begitu akrab dengan syari’ah Islam. Samudrai Pasai, Demak, Mataram, Tidore, Ternate dll telah menjadi bagian dari Daulah Islam namun Barat – Portugis, Inggris, Belanda - berhasil memecah belah dan berhasillah mereka menguasai nusantara.
Belanda boleh pergi, tapi negeri ini masih mewarisi hukum-hukum dan pemikiran yang ditinggalkannya.

Dan berapa tahun kita akan berjuang merealisasikan janji ini  ?
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”[TQS  An Nuur (24):55]

Di tengah-tengah kalian terdapat masa kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya.Kemudian akan ada masa kekhilafahan yang mengikuti yang mengikuti manhaj kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu selama Dia berkehendak mengangkatnya.Kemudian akan ada kekuasaan yang dzalim yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu selama Dia berkehendak mengangkatnya.Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu selama Dia berkehendak mengangkatnya.Kemudian akan ada kekuasaan.Kemudian akan muncul kembali Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian”.Setelah itu beliau diam”(HR. Ahmad)

Maka judul note ini pun layak diperbaiki bukan Sabar…meski harus menanti lama sekali
tapi Sabar… berjuang untuk sesuatu yang pasti datang…
 Akhirnya, semoga kita bisa istiqomah di jalan dakwah. Tetaplah berada jalur, jangan pernah sedikitpun bergeser keluar jalur….
Untuk seluruh pejuang syariah dan khilafah di seluruh penjuru dunia… uhibbukum fillah…

Tersimpan 9 Muharram 1433


Pare, 2 Maret 2016

Monday, 29 February 2016

Agar Smartphone Tak Jadi Dukun Peramal


Tidak teliti ngetik di HP:
Bingung  kok jadi bringing
Kita jadi kota
Sering jadi seeing
Tor jadi for
Ketika tidak diteliti lagi otomatis akan terpilih yang disukai si HP.
Emang begitu sih hp pintar sekarang, sampe-sampe bisa meramal apa yang mau ditulis. Sok pintar, sok tau padahal bukan itu yang kita mau. 

Cara termudah matikan saja text correction nya. Biar  ga  sok tau.

Tapi lama-kelamaan ketika kita semakin banyak input kata, HP juga akan menyesuaikan. Makanya perlu juga ngajari si smartphone ini dengan kata-kata yang biasa kita pakai. Semakin banyak input  sok pintarnya akan sesuai dengan kemauan kita. Jadi ramalan kata yang akan kita ketik  sesuai dengan banyaknya input yang kita masukkan. Kalo HP Cuma buat update status atau sms lebay ya HP kosakatanya seputar itu-itu saja. Smartphone yang kupdet.

Itu smartphone, yang dilabeli  smart saja juga masih perlu pembiasaan.

Apalagi manusia. Informasi yang didapatkan manusia akan mempengaruhi pemikirannya, pemahamannya dan tingkah lakunya. GIGO, garbage in garbage out. 

Maka ketika saat ini masih ada saja manusia yang seenaknya, tidak mau pake aturan Allah, phobi dengan Islam, alergi dengan syariah dan khilafah, ya bisa jadi karena info yang masuk adalah info yang menganggap taat kepada Allah itu tidak penting, tidak tahu esensi hidup, tidak tahu akhirat. Atau bisa jadi terkontaminasi informasi sampah. Informasi yang menganggap Islam itu kejam, sejarah Islam itu berlumuran darah. 

Jadi terus saja memberi info yang benar tentang Islam, syariah dan khilafah. Sampaikan dengan cara yang baik, jelaskan dengan terperinci, sabar ketika ada yang mencaci.

Bagi yang masih membenci syariah dan khilafah, apalagi beraninya memprediksi khilafah Islam hanya akan memecah belah umat, beraninya meramal khilafah hanya buat masalah padahal informasi masih sedikit, jangan sok pintar dech. 

Bagi yang masih salah informasi #YukNgaji


Pare, 29 Februari 2016

Saturday, 27 February 2016

Kampung Inggris dan Kampung Matematika


Meeting Hall BEC, HUT ke-38

Desa Tulungrejo dan Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kampung Inggris. Karena di dua desa tersebut ada banyak sekali tempat kursus bahasa Inggris. Awalnya didahului oleh Basic English Course (BEC) yang didirikan oleh Pak Kalend. Dan sekarang ada sekitar ratusan tempat kursus Bahasa Inggris dan puluhan bahasa asing lainnya ( Arab, Jepang, Korea).

Terlepas dari dampak negatif Pare terkenal sebagai kampung Inggris, setidaknya tujuan awal dari adanya kursus bahasa Inggris di Pare adalah tujuan yang mulia, sebagai bagian dari kewajiban seorang muslim menuntut ilmu, baik yang fardlu ain maupun fardlu kifayah. Karena secara pribadi saya lumayan kenal dengan Pak Kalend dan juga inspirator beliau, Ustadz Ahmad Yazid, biasa saya panggil mbah Yazid. Yang katanya mbah saya, Mbah Yazid ini menguasai  banyak  bahasa asing , ilmu agamanya juga luar bisa dan tulisan Arab dengan tangan uaaaapuuuiiik pool. Tentang BEC bisa dibaca lengkapi di becpare15677.com.

Selain Kampung Inggris, juga baru saja mengenal Kampung Matematika. Karena memang baru kenal tidak bisa menyampaikan banyak hal. Bisa dibaca di kpmseikhlasnya.com. Awalnya hanya tahu Klinik Pendidikan Matematika (KPM), ternyata juga mempunyai satu program yaitu Kampung Matematika. Dengan konsep seikhlasnya, memang membutuhkan perjuangan yang luar biasa di saat masyarakat lebih suka dengan “gratisan” dan seringkali mendefinisikan seikhlasnya sebagai sesukanya. 

Kampung Inggris dan Kampung Matematika, sebuah upaya untuk membuat generasi cinta kepada ilmu. Dan bisa juga dibuat kampong-kampung lainnya. Sesuai dengan keahliah dan kesukaan. Kampung Biologi, Kampung Fisika, Kampung Kimia, Kampung Geografi, dan lain sebagainya. Dan jangan lupa dengan Kampung Akhirat.

Memang begitulah seharusnya seorang muslim, terus mengembangkan diri, terus menuntut ilmu, terus menanam kebaikan. Apapun sistemnya. 

Namun seorang muslim juga tidak akan mencukupkan diri dengan satu, dua, tiga atau kebaikan yang masih bisa dihitung. Ada kewajiban untuk menerapkan kebaikan Islam secara kaffah, menerapkan Islam secara menyeluruh. Mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Dan Islam akan benar-benar menjadi rahmat untuk seluruh umat manusia dan alam ketika diterapkan dalam system khilafah. Bukan system kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan, bukan system sosialis komunis yang menafikkan Allah sebagai Al Khalik dan Al Mudabbir. Karena sama-sama mengabaikan aturan Allah diambillah demokrasi. Atas nama rakyat membuat aturan sesuai keinginan manusia.

Hanya khilafah saja yang memungkinkan manusia menerapkan hukum Allah secara menyeluruh, khilafah rasyidah ‘ala minhajin nubuwwah. Khilafah yang ditegakkan atas petunjuk Allah dan manhaj Nabi Muhammad. Maka, sembari melakukan kebaikan yang tak terbilang, perjuangan menegakkan khilafah akan terus dilakukan. Bukan demi keegoisan memaksakan pemikiran pribadi, tetapi demi membuktikan ketaatan sejati pada ilahi. 


Pare, 27 Februri 2016

Tuesday, 23 February 2016

Buku Jendela Dunia



Daftar buku koleksi rintisan Taman Baca Anyelir
Pare Kediri
Segmen Pembaca : Umum

No Judul
1 Akuntabilitas Negara khilafah
2 Al Ahkam As Sulthaniyyah Imam Al Mawardi
3 Amazing Madu
4 Asyiknya menjadi Ilmuwan Seri Udara
5 Atlas Daulah Islam 1
6 Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
7 Benturan Peradaban Sebuah Keniscayaan
8 Bikin Dosa Koq Bangga
9 Bisnis Islami dan Kritik Atas Praktik Bisnis ala Kapitalis
10 Buku Percakapan Arab, Inggris dan Indonesia
11 Buku Pintar Bisnis Syar'I, RUU Perdagangan Negara Khilafah
12 Bulughul Marom (Bahasa Arab)
13 Charlie Brown Cyclopedia 6 : Pesawat Terbang dan Benda-benda Lain yang Terbang
14 Dahsyatnya Daun Obat Sepanjang Masa
15 Demokrasi Barbar Ala Amerika
16 Demokrasi Sistem Kufur
17 Detik-detik Indah Bersamamu
18 Ekonomi Islam Madzhab Hamfara Jilid I
19 English Conversation for Tourist
20 Ensiklopedi Biologi
21 Ensiklopedi Jawab Soal Amir Hizbut Tahrir
22 Ensiklopedi Mengapa Begini Begitu : Seri Udara 2
23 Ensiklopedi Proyek Festival Sains Dasar : Biologi
24 Ensiklopedi Rumus-rumus Fisika
25 Ensiklopedia Fisika
26 Ensiklopedia Gemilang Matematika : Bilangan
27 Ensiklopedia Gemilang Matematika :Penghitungan
28 Fikrul Islam
29 Getaran, Gelombang dan Bunyi
30 Hukum Islam Seputar Kartu Kredit
31 Ibu-ibu Hebat Pencetak Orang-orang Besar
32 Ibunda Para Ulama
33 Ilmu Hadits Praktis
34 Ilmu Retorika untuk Mengguncang Dunia
35 Ilusi Negara Demokrasi
36 Indonesia dalam Dekapan Syahwat
37 Islam Agama Ideologi dan Hukum
38 Jalan Baru Islam
39 Jami'ud durus Al arabiyah
40 Kaidah Kausalitas
41 Kaidah-kaidah Taqlid :  Tuntunan Islam dalam Memilih dan Mengikuti Pendapat
42 Kamus Al Wasith
43 Kamus Arab - Indonesia Al Munawwir
44 Kamus Indonesia-Arab Al Munawwir
45 Keadilan dan Kesetaraan Gender Tipu Daya Penghancuran Keluarga
46 Kearifan Para Sahabat Nabi
47 Kepribadian Islam I
48 Kepribadian Islam II
49 Khazanah Pengetahuan bagi Anak-anak : Tetumbuhan
50 Konspirasi Barat Merruntuhkan Khilafah Islamiyah
51 Latihan Terpadu Pembahasan Fisika SPMB  SNMPTN
52 Lelaki Hermaprodit
53 Lotus dan Teratai
54 Majalah Kuark
55 Majalah Trubus
56 Mari Mencoab Sains : Air, Udara, Cuaca
57 Membangun Kepribadian Pendidik Umat : Keteladanan Rasulullah saw di Bidang Pendidikan
58 Mengenal Hizbut Tahrir dan Strategi Dakwah Hizbut Tahrir
59 Mengenal Sistem Islam dari  A sampai Z
60 Menggagas Pendidikan Islami
61 Menulis Itu Asyik Lho !
62 Meraih Majelis Surga
63 Metode Permainan  Edukatif dalam Bahasa Arab
64 Muqoddimah Sistem Ekonomi Islam
65 Nahwu Wadlih Marhalah Ula jilid 1
66 Nahwu Wadlih Marhalah Ula jilid 2
67 Nahwu Wadlih Marhalah Ula jilid 3
68 Pedoman Dasar Ilmu Nahwu
69 Pengantar Ilmu-ilmu Alquran
70 Perseroan Terbatas dalam Tinjauan Hukum Islam
71 Pilar-pilar Pengokoh Nafziyah Islamiyah
72 Puzle Dakwah
73 Revolusi dari Rumah Kita
74 Riba dan Bunga Bank
75 Rumus Cerdas Matematika Kelas 1, 2, 3 SD
76 Secercah Pemikiran Ideologis
77 Sempoa untuk Junior
78 Seputar Gerakan Islam
79 Serangan Amerika untuk Menghancurkan Islam
80 Seri Nabi dan Rasul
81 Seri Sahabat Nabi
82 Siapapun Bisa Bahasa Jepang
83 Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam I
84 Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam II
85 Sisi Politis Perjuangan Rasulullah
86 Sistem Ekonomi Islam
87 Sistem Keuangan Negara Khilafah
88 Sistem Pergaulan Dalam Islam
89 Sistem Sanksi dan Hukum Pembuktian dalam Islam
90 Strategi Pendidikan Negara Khilafah
91 Super Pintar RPAL
92 Sur'atul Badihah
93 Tahajud Itu Ajib
94 Tarikh Khulafa' Imam As Suyuti
95 Teknik Cepat Kuasai MS Word 07
96 Teknologi Sederhana untuk Pramuka
97 Tetralogi Dasar Islam
98 The Usborn Living World Encyclopedia : Tumbuhan, Hewan dan Alam
99 Tokoh-tokoh Dunia yang Paling Dimusuhi Amerika dan Sekutunya
100 TSQ Stories 50 Kisah Penelitian dan Pengembangan Sains dan Teknologi di Masa Peradaban Islam
101 Tuntunan Puasa Berdasarkan Qur'an dan Hadits
102 Tuntunan Shalat Berdasarkan Qur'an dan Hadits
103 Tuntunan Thaharah Berdasarkan Qur'an dan Hadits
104 Ushul Fikih
105 UU Peradilan Anak, UU Perlindungan Anak
106 UU Sisdiknas, UU Guru dan Dosen
107 Wirid Wanita Haid
108  Biografi 60 Sahabat Nabi
109 Terjemah Hadits Shiyam
110 Penjelasan Kitab Mafahim Siyasiyah
111 Negeri-negeri muslim yang terjajah
112 Menjadikan Pengemban Dakwah tangguh

Thursday, 18 February 2016

Tragedi Ibu Jari




Setelah tiga hari sakit dan dua hari bengkak, Alhamdulillah sudah tidakbengkak, meski masih sedikit nyeri. Masih berusaha mengingat apa penyebabnya, perasaan tidak kena benturan. Pangkal ibu jari tangan kanan tiba-tiba nyeri, malamnya memerah dan bengkak, jari telunjuk juga kena imbasnya. Bukan pertama kali cedera di tangan, dulu juga pernah pergelangan tangan kanan bengkak dan sakit, sempat bingung apa penyebabnya, tapi dugaan kuat terkilir saat ngerem kanan dengan posisi agak berbelok dan menahan agar motor tidak jalan mundur karena posisi jalan menurun.
Bisa jadi penyebabnya sepele dan tak terduga, tapi efeknya luar biasa (majas hiperbola). Mungkin karena yang cedera tangan kanan, tangan yang sering digunakan beraktivitas jadinya lumayan terasa pengaruhnya. Buat stater motor sakit, pegang sapu, angkat panci, apalagi cuci-cuci rasanya nyeri. Dipake menggaruk pun nyeri. Alhamdulillah masih bisa pegang pulpen n kapur tulis. Tapi tidak nyaman untuk ngetik (makanya lama ga nulis, nyari alasan). Padahal hanya satu jari yang cedera. Hanya satu bagian anggota tubuh, jikakalau satu jari hilang insya Allah tidak sampai membahayan nyawa, tapi masak meski satu jari yang sakit mau disepelekan? Tentu tidak. Tetap akan diupayakan kesembuhannya. Tidak akan cuek. Tragedi ibu jari, mengganggu aktivitas sehar-hari.
Ibarat satu tubuh, itulah salah satu perumpamaan persaudaraan sesama muslim. "Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam". Begitulah seharusnya. Jika ada saudara muslim yang mengalami kesulitan, terkena musibah bahkan teraniaya seharusnya minimal ada rasa empati. Dan tentu saja berusaha membantu dan memberi solusi. Bukan malah cuek tak peduli. Menganggap bukan urusan yang seharusnya menjadi perhatian.
Namun, di saat pemikiran umat tergerus dengan pemikiran secular, menjadikan materi sebagai standar kebahagiaan, melakukan aktivitas yang tidak mengantarkan pada teraihnya materi seolah tak ada nilainya, tak ada manfaatnya. Salah satunya adalah upaya menyelesaikan permasalahan yang mendera umat. Upaya yang membutuhkan pengorbanan, perjuangan serta keseriusan berpikir, dan malah membutuhkan pengorbanan materi yang tidak sedikit. Terkadang aktivitas ini disepelekan dan terkadang pula malah mendapat celaan dan cemooh.
Di negeri ini, umat Islam semakin diuji. Diuji dengan pengelola negeri yang mengabaikan hukum Allah SWT, kebijakannya tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat, hanya bisa memalak rakyat, semakin membuka pintu bagi asing untuk menjajah negeri. Dalam kehidupan social kemasyarakatan, ide sesat, rusak semakin meminta diakui eksistensinya, atas nama kebebasan dan HAM. Lingkungan semakin rusak, manusia semakin rusak.
Di berbagai penjuru dunia, umat Islam tercerai berai, terusir dan dibunuh, seolah nyawa mereka tak ada harganya. Bukan menjadi umat yang mulia.
Menyelesaikan permasalahan umat Islam mulai dari akarnya. Mencabut kapitalisme dari akarnya, karena semua karut-marut yang terjadi di bumi ini adalah akibat berpalingnya manusia dari peringatan Allah. Kapitalisme, berpijak pada aqidah pemisahan aturan agama dari kehidupan. Agama tak layak mengatur kehidupan. Dengan kapitalisme, yang haram sah dilakukan, selama merasakan manafaatnya. Alotnya penutupan lokalisasi, padahal zina jelas haram, tidak tegas dengan penyebar propaganda pelegalan LBGT, dan tak ketinggalan tetang polemic miras, selalu saja berakhir dengan diatur peredarannya, padahal jelas hukumnya. Pembuat, penjual, pembeli, peminum miras termasuk melakukan aktivitas yang haram. Ini semua adalah masalah, tidak boleh dibiarkan begitu saja.  Umat Islam yang mendukung zina, LGBT, legalisai miras, mereka adalah umat yang sakit, harus disembuhkan.
Belum lagi masalah harga kebutuhan pokok karena tidak seriusnya negara mengurus ketersediaan bahan pokok dengan cara yang syar’I, bukan asal ada. Yang berpenghasilan pas-pasan dijamin pusing tujuh keliling mengatur pengeluaran. Jelas ini adalah masalah yang terkait dengan hajat hidup umat.
Intinya, jangan cuek dengan permasalahan meski kecil atau sepele, apalagi itu berkaitan dengan permasalahan umat. Peduli dan berusaha membantu dengan segala upaya. Merencanakan dengan sungguh-sungguh ketika ingin membantu permasalahan umat, menjalankan rencana dengan segenap upaya, mengevaluasi ketika rencana tidak mengantarkan pada target, segera move on ketika gagal, selalu memperbaiki uslub dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Pare, 18 Februari 2016