Tuesday, 14 April 2015

Belajar dari Perang Mu’tah Menuju Rapat dan Pawai Akbar 1436






Perang Mu’tah terjadi pada bulan Jumadil Ula tahun ke-8 setelah hijrah. Perang Mu’tah merupakan tindak lanjut dari pengiriman para utusan Rasulullah saw ke berbagai negara-negara  tetangga dan juga sebagai pembuka jalan dakwah ke luar Jazirah Arab dengan Syam sebagai sasaran pertama.

Dalam perang ini, kekuatan pasukan kaum muslimin dengan musuh sangatlah tidak berimbang. 3000 kaum muslimin menghadapi 200.000 pasukan musuh. Dan memang banyak kaum muslimin yang syahid dalam perang ini. Dengan strategi yang diambil Khalid bin Walid yaitu memecah pasukan kaum muslimin untuk menggentarkan musuh, kaum muslimin berhasil membuat musuh mundur tanpa berperang lagi. Dengan strategi ini kaum muslimin berhasil membuktikan bahwa mereka terus berusaha membuat musuh gentar.

Perang ini juga membuktikan betapa kaum muslimin siap berperang menyongsong maut. Bahkan maut yang dilihat di depannya malah diterjang. Mereka terjun ke medan perang dan siap  terbunuh dan memang terbunuh. Mereka berani  melakukannya  karena  Islam  memerintahkan  setiap  Muslim berperang  di  jalan-Nya,  sehingga  mereka berhasil  membunuh  atau dibunuh. Sesungguhnya perang adalah jual-beli yang  menguntungkan karena perang adalah jihad di jalan Allah.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atauterbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalamTaurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”  (TQS at-Taubah[9]: 111).

Mereka berperang meskipun maut menjemput mereka. Semua Muslim berperang tanpa melihat lagi apakah maut akan mengakhirinya ataukah tidak? Dalam peperangan dan jihad semua perkara tidak bias diukur dengan jumlah musuh, banyak atau sedikitnya.Akan tetapi, diukur dengan  hasil-hasil yang dikeluarkannya,  tanpa melihat lagi berbagai tuntutan yang berhubungan dengan pengorbanan atau keberhasilan yang menjadi target dari peperangan. Kaum Muslim berperang menghadapi pasukan Romawi di Mu’tah yang memang wajib bagi kaum Muslim untuk berperang, begitu pula wajib bagi komandan-komandanpasukan untuk terjun ke  medan  perang seseuai dengan tujuan kedatangan mereka,walaupun kematian yang disodorkan oleh orang-orang berkulit merah itu tengah menyongsong di hadapan mereka.

Karena itu, wajib bagi setiap Muslim untuk tidak takut mati dan mereka tidak perlu memperhitungkan faktor lainnya di jalan Allah. Rasul saw mengetahui  bahwa pengiriman pasukannya  ke  negara Romawi berada dalam batasan-batasan yang sangat mengkhawatirkan dan penuh bahaya. Akan tetapi, kekhawatiran dan bahaya ini harus menimbulkan rasa takut pada  pasukan  Romawi,  tatkala  mereka melihat semangat tempur pasukan kaum Muslim dan semangatnya mencari  mati, meski jumlah mereka  sedikit. Kekhawatiran ini  harus  mampu merumuskan (menciptakan)  jalan  bagi  kaum  Muslim  untuk  jihad  dalam  rangka menyebarkan Islam dan menerapkannya di negara-negara yang hendak dimasukinya. Kekhawatiran atau bahaya ini justru menguntungkan kaum Muslim, karena menjadi jalan pembuka perang Tabuk. Untuk selanjutnya berhasil memukul Romawi.  Hal ini berdampak dengan  kekhawatiran mereka  menghadapi  kaum  Muslim,  sehingga  wilayah  Syam  dapat dibebaskan.

Menuju Rapat dan Pawai Akbar 1436
Dan salah satu agenda pada bulan Rajab 1436 nanti adalah Rapat dan Pawai Akbar. Agenda akbar yang diikuti kaum muslimin se-Jawa Timur. Dan juga diselenggaran di berbagai kota di Indonesia.  Tentu bukan agenda yang penuh kesenangan, namun agenda yang membutuhkan banyak pengorbanan. Sebuah acara dalam rangka mengajak umat untuk menyelamatkan Indonesia yang saat ini terancam neoliberalisme dan neoimperialisme. Menyelamatkan negeri tercinta dengan penegakkan syari’ah secara kaffah dalam naungan khilafah.

Kegiatan yang tidak hanya euphoria belaka, tetapi kegiatan yang didahului dengan berbagai aktivitas berinteraksi dengan umat tentang fakta negeri ini yang semakin terpuruk dengan kebijakan yang sangat kental dengan agenda neoliberalisme dan neoimperialisme.

Neoliberalisme membuat Negara bukan hanya tidak boleh mengatur harga tetapi juga tidak boleh mengatur kepemilikan. Semua hal boleh dijadikan alat ekonomi termasuk yang vital bagi rakyat seperti air, listrik,migas, tambang dan lain lain semua boleh diprivatisasi (dikuasai dan dikelola) oleh swasta untuk kemudian dijual kepada rakyat.

Neoimperialisme, bentuk kolonialisme baru dimana uang menjadi senjatanya. Istilah ini juga merujuk kepada perusahaan multinasional dan juga lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia dan IMF yang beroperasi di Negara-negara berkembang atau miskin. Tujuannya tetap sama dengan imperialisme  lama, yakni mengendalian pemerintahan suatu Negara untuk menguasai aset-aset ekonomi di Negara tersebut.

Adapaun tanda sebuah Negara dikuasai oleh neoliberalisme dan neoimperialisme adalah semua kebijakan yang tercermin di dalam undang-undang dan peraturan pemerintahan yang sangat memihak kepentingan asing. Konsekuensinya, pemerintah Negara tersebut menjadi pelayan (jongos) asing. Negara dibuat tidak becus di dalam mengurus sumberdayanya (tambang mineral dan migas) serta dibuat tidak becus dalam mengelola barang public ( air, listrik dll) sebagai sarana memberi jalan bagi swasta khususnya asing untuk mengambil alih sector-sektor tersebut. Lebih parahnya lagi mereka mempersilakan asing untuk mengelola infrastruktur vital Negara seperti pelabuhan laut dan bandara dengan alasan sama, yakni perlu bantuan dana investasi atau karena tidak becus menjalankannya.

Harus ada aktivitas dakwah untuk menyadarkan umat tentang apa sebenarnya yang mengancam negeri ini. Berusaha sekuat tenaga memahamkan umat dengan bahasa dan contoh yang bisa dimengerti umat di dekat kita. Menyesuaikan dengan fakta yang paling dekat dengan umat di sekitar kita.

Harus ada aktivitas memahamkan umat tentang gambaran yang benar tentang khilafah sebagai penyelamat negeri ini. Mengajak belajar bersama, memahami kewajiban menerapkan syariah Allah SWT, mengajak umat untuk menjadi bagian dalam perjuangan.

Jelas, itu semua bukan aktivitas semudah membalikkan tangan. Membutuhkan pengorbanan yang luar biasa, membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Siap dengan semua risiko, hambatan dan tantangan yang menghadang. Membutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Sabar dengan celaan, sabar dengan cemoohan, sabar dengan ketidaksabaran umat dan ikhlas menjalani semuanya, lillahi ta’ala. Karena tak ada imbalan materi sedikitpun. Dan sebuah agenda yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan Perang mu’tah.




Pare, 14 April 2015

Sumber :
Daulah Islam bab Perang Mu’tah
Materi Kampanye #IndonesiaKitaTerancam Neoliberalisme dan Neoimperialisme
 #SelamatkanIndonesiadenganSyariahdanKhilafah

Monday, 13 April 2015

Sambel

                                         Gb dr search google
                 
Daftar nama sambel

Sambel trasi ( cabe, garam, trasi = bumbu dasar)

Sambel tomat (cabe, garam,trasi, tomat mentah/goreng)

Sambel bajak ( cabe, garam, trasi, tomat,teri semua digoreng)

Sambel teri ( cabe, garam, trasi, teri goreng)

Sambel bawang ( cabe, garam, bawang putih)

Sambel lethok ( cabe hijau/merah besar direbus, garam, trasi)

Sambel klopo ( cabe, garam, trasi, bawang putih, kencur, daun jeruk purut, kelapa parut. Sambel bisa dikukus atau dalamnya diberi kereweng/pecahan genteng yang dibakar sampai membara atau bias juga disangrai)

Sambel kacang/pecel (bumbu dasar, kacang goreng, daun jeruk purut, kencur, asam jawa, gula merah, bawang putih)

Sambel blondho (bumbu dasar, sisa pembuatan minyak goreng kelapa/blondho, bawang putih)

Sambel tempe bakar( bumbu dasar, bawang putih, tempe bakar)

Sambel kacang-tempe-kentang-telur ( bumbu dasar, bawang putih, kacang goreng/sangrai. Tempe, kentang,telur semua direbus, dipenyet dalam sambel)

Sambel pencit ( bumbu dasar, klothok/ikan asin bakar, mangga muda/pencit dipasrah)

Sambel brambang bakar (bumbu dasar, bawang merah dibakar)

Sambel klothok bakar ( bumbu dasar, klothok bakar)

Sambel kecap ( cabe, sedikit garam, kecap, bawang goreng)

Sambel kalak (bumbu dasar, merica, daun jeruk nipis, bawang merah mentah semua diiris halus, ayam goreng diiris tipis, kecap).

Sambel ontong – terong ( bumbu dasar, bawang putih, kencur, ontong-terong bakar/rebus, santan)

NB : semua sambel bisa ditambah dengan gula, sesuai selera

Pare, 13 April 2015

Wednesday, 8 April 2015

Perang Mu’tah dan Mengapa yang Diserang Yaman bukan Israel ?


Sebelum terjadi perang Mu’tah, Rasulullah saw dan kaum muslimin melaksanakan umrah qadla, sebagai pengganti umrah/haji yang batal saat perjanjian Hudaybiyah. Saat umrah qadla Rasulullah saw hanya tinggal di Mekkah selama 3 hari,namun pengaruhnya sangat luar biasa. Islam dan daulah islam menjadi perbincangan masyarakat Mekkah. Dan tak sedikit orang-orang hebat yang masuk Islam. Diantaranya adalah Amr bin Ash dan Khalid bin Walid.

Ketika berhenti membaca tentang peristiwa hijrah kaum muslimin ke Habsyah, mungkin ga suka dengan Amr bin Ash. Bagaimana tidak, Amr bin Ash saat itu dengan kelicikannya berusaha mempengaruhi Raja Najasy, berusaha agar kaum muslimin diusir dari Habsyah. Namun dengan penjelasan yang luar biasa dari Ja’far bin Abi Thalib, Raja Najasy tidak terpengaruh. Tapi di perang Mu’tah ini Ja’far syahid, hiks… sedih.

Kembali ke perang Mu’tah. Mu’tah adalah sebuah daerah yang masuk wilayah Syam, sebelah  utara Madinah.perang ini dilatarbelakangi  oleh dibunuhnya utusan Rasulullah, Harits bin Umair al azdi. Utusan Rasulullah tersebut menyampaikan ajaran Islam, namun dibunuh oleh Syarhabil bin Amr al Ghasani yang merupakan antek Romawi. Pada perang ini jumlah kaum muslimin adalah sekitar 3000 orang. Sebelum berangkat Rasulullah saw menyerahkan kepemimpinan kepada Zaid bin Haritsah, jika gugur digantikan Ja’far bin Abi Thalib dan jika gugur juga digantikan Abdullah bin Rawahah. Pada akhirnya ketiganya gugur, syahid. Hiks…hiks…tambah sedih, tapi juga bahagia. Karena dalam mimpi Rasulullah melihat mereka di surga. Meski singgasana Abdullah dilihat rasul agak miring, karena sempat ragu dalam peperangan.

Pasukan kaum muslimin yang hanya 3000 berhadapan dengan 100.000 pasukan yang dikumpulkan Malik bin Zafilah dan 100.000 pasukan bantuan Hiraklius. 3000 vs 200.000. jika yang berangkat adalah orang-orang pengecut tentu langsung berkecil hati dan mundur. Namun dengan motivasi dari Abdullah bin Rawahah, bergeloralah semangat kaum muslimin. Dalam pertempuran Zaid dengan gagah berani melawan musuh, namun syahid. Bendera komando diambilalih Ja’far. Namun musuh berhasil menebas kedua tangan Ja’far, Ja’far tidak menyerah. Bendera dipegang dengan kedua lengan yang tersisa dan didekap di dada. Akhirnya Ja’far juga syahid setelah musuh membelah tubuh Ja’far. Komando diambilalih Abdullah. Awalnya Abdullah sempat ragu, maju-mundur, akhirnya Abdullah melesat ke medan perang, dan syahid. Terakhir, bendera diserahkan kepada Khalid bin Walid. Di saat jeda malam hari, Khalid bin Walid memutuskan untuk membagi pasukan dalam kelompok-kelompok kecil. Pada pagi harinya, kelompok pasukan tersebut bergerak bersama dari berbagai arah. Sehingga musuh mengira pasukan kaum muslimin mendapat bantuan. Dan musuh pun memilih mundur. Dengan demikian perang Mu’tah berakhir. Meski kepulangannya pasukan kaum muslimin dianggap sebagai bentuk sikap pengecut lari dari perang oleh sebagian umat Islam, namun Rasulullah malah tidak menganggap demikian, resiko lebih kecil dan terjaganya kewibawaan daulah Islam tetap terjaga.tidak mengalami kekalahan telak dari antek-antek Romawi.

Demikian perang Mu’tah, penuh dengan aksi heroik pahlawan Islam. Kekuatan luar biasa dari kaum muslimin dalam sebuah institusi Negara Islam Madinah.

Mengapa yang Diserang Yaman bukan Israel ?

Dan saat ini yang sedang memanas adalah serangan koalisi Arab menyerang Yaman. Koalisi yang terdiri dari : Arab Saudi, Kuwait, UEA, Qatar, Bahrain, Yordania, Mesir, Maroko, Sudan, Pakistan. Wuihhh …akeh tenan to…. Menyerang Yaman yang dikuasai Syiah Houti yang diduga kuat membahayakan keamanan Timur Tengah bahkan menyerang masjidil Haram. Benar-benar dugaan yang jauh ayam dari panggang, blas rung ana buktine. O…ya, jangan terjebak dengan isu Syiah ya… belajar dulu tentang fakta Syiah dan madzhab yang ada dalam Syiah biar tidak mudah mengkafirkan. Jangan juga terpengaruh dengan orang-orang yang tiba-tiba jadi pengamat politik padahal selama ini anti politik.

Kembali pada mengapa tidak menyerang Israel ? Ada yang mengatakan, menyerang Israel adalah sesuatu yang tidak mungkin. Israel sepenuhnya didukung AS. Jadi jelas kalah senjata dan personel, ingat AS saat ini dengan mudah menggalang bantuan dari Negara-negara lain. Jadi memang wajar sich jika peluang kalah sangat besar. Harusnya mengingat perkataan Abdullah bin Rawahah dalam perang Mu’tah, “Hai orang-orang, demi Allah, sesungguhnya yang kalian benci justru yang kalian cari, yaitu mati syahadah!. . . Kita tidak memerangi manusia  karena jumlahnya, kekuatannya  dan banyaknya pasukan.  Kita tidak memerangi mereka, kecuali   karena  agama  ini  yang mana  Allah  telah  memuliakan  kita dengannya. Berangkatlah kalian! Sesungguhnya di sana itu adalah salah satu di antara dua kebaikan: menang atau mati syahid”. Jadi kalo koalisi Arab mencari syahid ya ga mikir jumlah kan…

Tapi sangat wajar dengan ketidakberanian dunia Arab menindak Israel. Pemikiran kapitalis sekuler sudah merasuk ke benak mereka. Ketakutan terhadap AS, ketundukan pada kepentingan AS dan kerugian duniawi menjadi menjadi pertimbangan. 

So, apa yang harus dilakukan ?
Mengambil hikmah dari perang Mu’tah, menjadi politikus cerdas agar tidak terjebak pada sekenario Barat, ngaji politik Islam, jadi aktivis partai politik yang berideologi Islam. Biar bisa menganalisis peristiwa-peristiwa yang terjadi, jangan anti politik. Menyadarkan umat tentang kelicikan AS dan Inggris yang sejak dulu memang berusaha dengan keras mencengkeram, memporakporandakan dan menghancurkan umat Islam, mencegah persatuan umat Islam. Mengajak umat Islam bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyah ‘ala minhajinubuwwah. Pasukan Khilafah yang wilayahnya membentang dari Maroko sampai Merauke akan melindungi semua umat Islam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tidak terjebak pada isu murahan Sunni-Syiah yang hanya memecah belah. Tetap focus menghadapai ideology yang memusuhi Islam dengan berbagai cara, yaitu kapitalisme. Dengan anak turunannya neoliberalisme dan neoimperialisme.

Jo lali, bbm naik turun naik turun turun naik naik naik trus ke puncak gunung suwe-suwe regone nyundul langit ya karena kebijakan liberalisasi bbm. Ga bbm thok, tdl melu, tarif KA melu, bahan pokok melu, tariff tol melu. Melu naik-naik ke puncak gunung moh ditinggal. Akhirnya jalan ke puncak macet, sudah sumpek di kota ingin refreshing, stress ning ndalan sisan. Pancen kapitalisme bikin stress. End.

#YukNgaji
#IndonesiaKitaTerancam Neoliberalisme dan Neoimperialisme #SelamatkandenganSyariahdanKhilafah

Pare, 7 April 2015?


Friday, 3 April 2015

Perang Khaibar dan Body Contest

                                       Gbr. dr dakwah.info

Setelah berhasil mengikat perjanjian damai dengan Quraisy melalui perjanjian Hudaybiyah, Rasulullah saw segera mempersiapkan strategi berikutnya, yaitu menyelesaikan permasalahan dengan Yahudi Khaibar. Sebelumnya, Rasulullah sudah mengetahui bahwa Khaibar telah bersekongkol dengna Qurays untuk menyerang Madinah. Sebelum persengkokolan itu terealisasi Rasulullah berusaha memutus hubungan Qurays dengan Khaibar. Maka ditempuhlah strategi damai untuk menghadapi Qurays, dengan perjanjian Hudaybiyah Rasulullah berhasil mengisolasi Khaibar, tidak menjalin hubungan dengan Qurays.

Awalnya para sahabat menentang perjanjian ini, menganggap Rasulullah merendahkah kepentingan kaum muslimin. Namun kedongkolan para sahabat hanya sebentar saja, keimanan mereka kepada Allah dan RasulNya lebih mendominasi, pada akhirnya mereka mendengar dan taat. Penyesalan kaum muslimin semakin dalam ketika mengetahui pengaruh dari perjanjian Hudaybiyah yang ternyata semakin mengukuhkan posisi Daulah Islam di Jazirah Arab. Opini dakwah Islam semakin menyebar, informasi kebijakan Rasulullah semakin meluas, dan jalan dakwah Daulah Islam keluar Madinah semakin terbuka lebar.

Setelah perjanjian Hudaybiyah, kaum muslimin tidak bersantai-santai. Persiapan memerangi Khaibar dilakukan, pasukan kaum muslimin yang mengikuti perang Khaibar ini adalah para sahabat yangmenyaksikan perjanjian Hudaybiyah. Mereka adalah orang-orang pilihan, minimal dari segi fisik. Sebelum perjanjian Hudaybiyah, kaum muslimin berencana melaksanakan haji ke Mekkah, untuk menghindari halangan Qurays ditempuhlah jalan yang tak biasa dilewati, rute yang penuh dengan kesulitan dan bahaya. Tentu memerlukan kesiapan fisik yang luar biasa. Belum lama kembali dari Hudaybiyah mereka sudah siap menyerang Khaibar. 

Strategi dalam perang Khaibar ini adalah serangan cepat dan menaklukan benteng-benteng mereka satu persatu. Dengan serangan cepat, Khaibar tak bisa berbuat banyak, meski sebelumnya mereka juga sudah mengetahui bahwa Rasulullah pasti akan menyerang Khaibar. Dan salah satu peristiwa yang menarik ketika penaklukan benteng Khaibar adalah apa yang dilakukan Ali bin Abi Thalib. Ketika berhasil mendekati salah satu benteng tiba-tiba seorang Yahudi menyerang Ali bin Abi Thalib hingga perisainya jatuh. Sebagai gantinya Ali bin Abi Thalib menggunakan salah satu pintu benteng untuk melindungi diri, pintu sebagai perisai baru dilepas dari tangan Ali ketika memperoleh kemenangan. Pintu benteng ya… bukan pintu rumah. Membayangkan kualitas pintu tersebut….Padahal dalam riwayat, bahkan tujuh orang pun  tidak kuat membalik pintu benteng itu. Jadi, semakin teruji kekuatan fisik pasukan kaum muslimin. Fisik yang kuat, semangat membara, dan keyakinan kemenangan dari Allah SWT menjadi modalnya.

Akhir cerita, kaum muslimin berhasil menaklukkan Khaibar. Penduduknya meminta penyelesaian damai, dan jadilah Khaibar sebagai tanah kharaj. Tetap dikelola dan menjadi milik Khaibar, Rasulullullah menjamin dan melindungi Khaibar dan menetapkan Kharaj yang harus diberikan Khaibar kepada Daulah. 

Begitulah, salah satu perang pada masa Rasulullah. Perang yang dipersiapkan secara matang. Perang yang menjadi salah satu aktivitas ketika Daulah tegak. Jadi ketika daulah Islam tegak nanti jangan dibayangkan semua bisa santai-santai, berleha-leha. Persiapan fisik tak boleh diabaikan. Maka, memastikan fisik kaum muslimin sehat dan kuat juga menjadi kewajiban bersama. Ironi jika khilafah tegak nanti yang ada hanyalah generasi lemah fisik, sering sakit, kecil-kecil sudah mengidap kelainan bahkan terkena kanker. Gara gara makanan tak sehat, lingkungan tak sehat dan gaya hidup serba instan. Umat Islam tubuhnya harus kuat, tidak sakit-sakitan. Memang membutuhkan usaha yang luar biasa. Di satu sisi berjuang menegakkan system Islam, di lain sisi menjaga agar generasi penerus kita menjadi generasi yang kuat secara fisik, tsaqafah dan pemikiran. 

Apa hubungannya dengan Body Contest ?

Hanya teringat, minggu lalu di tempat fitness dekat rumah mengadakan body contest tingkat Jatim. Tidak ikut lihat sich, jijay…. Tapi berhubung halaman dipakai tempat parkir dan teras rumah dijadikan transit persiapan. Jadi tahu persiapan para peserta. Jangan dibayangkan seperti binaraga ya… pamer hamper seluruh body. Kalo body contest ini peserta pake celana panjang. Tapi tetap agak mirip juga, tubuh peserta mengkilap, harusnya karena keringat (jadi ketika berlatih sampe berkeringat, membuktikan mereka benar-benar mengeluarkan energy) tapi pas nyapu nemu bungkus balsem, wah… berkeringatnya dipaksa. Bisa jadi buat persiapan kalo ada yang cedera. Nah hampir semua peserta adalah anggota club fitness. Dan jangan dikira alat-alat fitnes itu muriah meriah lho… Jadi untuk latihan di fitness bayarnya ga murah. 

He..he.. fitness saat ini lebih banyak yang kejar tujuan membentuk body saja. Tetap ada yang demi kesehatan, tapi juga tidak paham. Sehatnya demi apa.

Kadang merasa sayang saja dengan biaya yang mereka keluarkan. Bisa jadi bisa lebih bermanfaat utuk kebutuhan lain. Sehat tidak harus dengan bantuan alat mahal. Kecuali untuk yang membutuhkan terapi khusus. 

Harusnya dipikirkan juga, membuat alat yang fungsinya seperti alat fitness tapi juga mendukung aktivitas pokok. Dulu di rumah ada alat pompa air, dikayuh seperti sepeda tapi untuk menggerakkan dynamo,seperti generator pembangkit listrik. Olahraga sambil ngisi bak mandi. 

Menjadi  kewajiban bersama, mencetak generasi berkualitas, cerdas, kreatif, sehat sekaligus mewujudkan system yang kondusif untuk mereka yaitu system Islam. System khilafah ‘ala minhajinubuwwah. Mengakhiri system kapitalisme yang hanya mencetak generasi sekuler, pembebek, hedonis, matre dan bermental lembek. 

#IndonesiaKitaTerancamNeoliberalismedanNeoimperialisme


Mikir dan mencari solusi individu dan sistemik


#YukNgaji

Pare, 3 April 2015

Friday, 20 March 2015

Skin Care




Perjalanan Jakarta – Kediri, 5 Juni 2013

Stasiun Senen : Menunggu lagi, daripada telat berangkat amat sangat lebih awal sekali. Kereta 03.45pm dah nyampe Senen  11.30am. padahal baru boleh masuk ruang tunggu di dalam 02.30pm

Akhirnya masuk ruang tunggu, lebih sepi tapi tetap saja tidak lengang. Kereta masuk silih berganti. Porter yang berebutan naik ketika ada kereta jarak jauh yang datang (biasanya penumpangnya bawa barang banyak) padahal kereta belum sepenuhnya berhenti, resiko tinggi, jk tak lihai bisa terjatuh. Ah sekali lagi, mengambil resiko demi mencari sesuap nasi.

Masih pusing tujuh keliling, sepertinya lain waktu minum obat anti mabuk perjalanan saja, tapi sayang kalo perjalanan dihabiskan dengan tidur, melewatkan kejadian-kejadian unik.

Di seberang, duduk penumpang lain, husnudzon saja mereka pasangan muda suami istri.

Tangan istri nguthek-uthek pipinya, memang kelihatan ada kulit yang terkelupas di sekitar jerawatnya. Suaminyapun membantu membersihkan. Istri mengeluarkan krim, dioleskan. Mengeluarkan kapas, cairan pembersih. Terakhir ambil bedak. Belum selesai, lepas jam tangan ambil krim body lotion. Kasih lotion di pergelangan dan telapak tangan. Weleh-weleh padahal tasnya kecil, botol krim dan pembersihnya sekitar 100ml lhak yo kebek tas-e. Mungkin nominal benda-benda yang dikeluarkan tadi paling murah 150rb. He..he.. hanya urusan wajah dan tangan. Sambil tersenyum membandingkan dengan isi tasku...

Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup mendapatkan perawatan wajah. Iseng ikut demo perawatan kulit, di sekolah. Gratis tapi endingnya promo suruh beli…. “ Mari…mari… ! Sini Bu, hanya dirawat saja kok tidak dirias”. Si ibu perawat (mungkin tepatnya terapis kali…) tahu,kalo saya agak ragu dan tahu kalo saya memang tipe natural, alias blas gak mambu make up.

Sebelum perawatan wajah, dipijit pundak, leher dan wajah. Alhamdulillah, lumayan…habis puyeng dengan koreksian uts.

Sebelum diberi ini itu, dijelaskan masalah kulitnya : banyak komedo, bekas jerawat, ada kantung mata bla…bla… saya hanya bilang , “ Iya,… iya”. Padahal sambil membatin. Masih perlu nyaur utang tidur karena minggu-minggu kemarin tidur sangat kurang dan tidak berkualitas, piye mripat gak bendul. Lha wong tadi juga habis dari  Kediri setor SPT, PP 2 jam ga pake masker, belum sempat cuci muka langsung masuk kelas. Membatin sambil senyam-senyum ke teman guru yang juga ikut perawatan. “ He..he.. penak yo Bu, dipijeti” .

Wajah dibersihkan dengan air, dikeringkan, diberi sabun muka, kolagen dibersihkan lagi, diberi vitamin dan terakhir diberi tirai, ha…ha… kalo ga salah urutannya seperti itu. Selesai…. Dan cling…. Memang wajah terasa lebih bersih dan cerah…. Jelas yo…dirawat dengan dibiarkan pasti beda…

Lanjut ke sesi promo, karena masalah kulitnya ini itu sebaiknya ibu beli produk ini itu. Kalo di rumah masih punya prosuk kesehatan wajah boleh tetap dipake tapi jangan dicampur. “ Ibu di rumah punya produk apa saja ?”, saya mikir dulu sebelum jawab, mengingat-ingat. “ Facial foam sama bedak, tidak punya yang lain, tidak telaten. Dulu waktu kuliah saja mulai dari maba sampai wisuda bedak masih ada, beli satu kali”. Ga tau apa yang ada dalam pikiran si ibu perawat….

Singkat cerita, akhirnya saya terpengaruh. Beli sabun saja,padahal disarankan beli dua produk biar tuntas perawatannya. He..he.. saya ngeles… tidak telaten, sayang kalo tidak dipake. Padahal tidak hanya itu alasannya,mahal boooo…..

Salut dengan kesabaran mbak salesnya, telaten n ramah, sabar menjelaskan satu-persatu. Pintar memilih kata. Saya lirik wajahnya, memang bersih.

Skin care, bukan hal yang terlarang. Tapi bagi saya bukan prioritas, insya Allah jika bahannya halal dan suci ada manfaatnya. Bisa menjadi pahala juga jika demi menyenangkan suami. He..he.. tapi mahalnya itu lho yang bikin kecil hati, mending buat beli beras masak nasi …

Nah, biar tulisan tak hanya curhatan saja, saya copy kan tulisan KH. Hafidz Abdurrahman. Bisa like page fb  beliau, banyak ilmu yang bisa didapat :


WANITA PENGHUNI SURGA
KH Hafidz Abdurrahman
Dari Atha’ bin Abi Rabah berkata, Ibn ‘Abbas berkata padaku, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibn ‘Abbas berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku, ya Rasulullah, agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Jika kamu mau, kamu bisa bersabar, dan kamu mendapatkan surga. Tetapi, kalau kamu mau, aku pun akan mendoakanmu, agar Allah menyembuhkanmu.”
Wanita itu tanpa ragu menjawab, pilihan yang diberikan Nabi, “Aku memilih bersabar, ya Rasul.” Dia pun melanjutkan penuturannya, “Tetapi, saat penyakit ayanku kambuh, auratku tersingkap. Mohon doakanlah aku, agar auratku tidak tersingkap.” Nabi pun mendoakannya.” [Hr. Bukhari dan Muslim]
Subhanallah, alangkah rindunya hati ini pada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Ketika Nabi menyebut wanita hitam legam, yang mungkin di mata manusia bahkan tidak dilirik sedikit pun, lebih-lebih dia menderita penyakit kambuhan, ternyata dia bisa meraih kemuliaan yang luar biasa. Dialah penghuni surga. Dia mendapatkan kesaksian dari Nabi saw. sebagai salah seorang penghuninya, di kala nafasnya masih dihembuskan. Jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Oh, alangkah indahnya. Mata, pikiran dan perasaan kita pun berdecak ingin mengetahuinya, apa gerangan yang mengantarkannya meraih kemuliaan luar biasa itu? Karena dia wanita biasa, berkulit hitam legam, bahkan menderita penyakit kambuhan. Dia bukan wanita yang cantik jelita, berparas elok, berkulit putih bak batu pualam, bukan pula pesohor. Sekali-kali tidak. Dia, kata Ibn ‘Abbas, hanya wanita bisa yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu mungkin tidak mempunyai kedudukan di mata manusia. Tetapi, kedudukannya mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya. Ini bukti, bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Ini juga bukti, bahwa kekayaan dan kedudukan di mata manusia juga bukan tolok ukur kemuliaannya di sisi Allah. Namun, kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita pada kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Dengan ketakwaan, keimanan, keindahan akhlak, amal shalihnya, wanita yang rupanya biasa saja di mata manusia itu pun menjelma menjadi secantik bidadari surga. Subhanallah..
Ketika wanita yang hitam legam itu lebih memilih menerima keputusan (qadha’) Allah, yaitu penyakit ayan yang terus-menerus kambuh. Ketika wanita biasa dan penderita ayan itu sanggup menerima keputusan Allah, dia rela, dia lebih memilih bersabar dengan kondisinya, sementara di depannya terbentang pilihan kesembuhan, maka kerelaan dan kesabarannya dalam menerima keputusan Tuhannya itulah yang mengantarkannya menjadi wanita penghuni surga. Dipersaksikan Nabi di saat masih hidup di dunia.
Iya, wanita mulia ini, meski secara lahirnya biasa-biasa saja, telah berhasil melewati fitnah dalam kehidupannya di dunia. Betapa tidak, kondisi fisiknya yang hitam legam, penyakit ayan, auratnya yang tersingkap semuanya itu adalah fitnah yang menghampiri hidupnya. Namun, dia hadapi fitnah itu. Fitnah itu tidak membuatnya jatuh, bahkan terperosok dalam kemaksiatan, mempertanyakan dan bahkan memberontak keputusan Allah SWT. Sebaliknya, semua fitnah itu dihadapi dengan perasaan qana’ah, ridha, ikhlas dan sabar. Sembari meminta kepada Nabi, agar didoakan, saat dia mendapati fitnah auratnya tersingkap, itu saja yang ditutup oleh Allah SWT. Karena itu aurat. Sungguh luar biasa. Allah akbar.
Iya, hidup ini adalah fitnah (ujian). Fitnah bukan hanya berupa keburukan, sebagaimana kondisi yang menimpa wanita tadi, tetapi fitnah juga bisa berupa kebaikan. Kecantikan fisik, harta melimpah, kepopuleran dan seluruh kebaikan yang kita miliki sesungguhnya merupakan fitnah kehidupan kita di dunia. Seluruh kebaikan ini bisa jadi akan memerosokkan, menjatuhkan dan bahkan menyesatkan kita. Maka, Allah pun secara khusus mengingatkan:
أَلاَ إِنَّ فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوْا
“Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar telah terjatuh dalam kubangan fitnah itu.” [Q.s. at-Taubah [9]: 49]
Ketika kecantikan fisik, kekayaan yang berlimpah, kepopuleran dan seluruh kebaikan dunia tidak digunakan untuk melakukan ketaatan, bahkan digunakan dan dieksploitasi untuk melakukan kemaksiatan, maka semua kebaikan ini merupakan fitnah yang memerosokan, menjatuhkan dan bahkan menyesatkan si empunya. Tetapi, jika semuanya tadi digunakan untuk melakukan ketaatan kepada pemilik sejati kebaikan itu, yaitu Allah SWT, maka fitnah tadi tentu tidak membuatnya terperosok, terjatuh apalagi tersesat. Karena semuanya itu bisa dikelola sesuai dengan amanat Pemilik-Nya.
Kesadaran itulah yang dimiliki oleh Khadijah binti Khuwailid, dan putri tercintanya, Fatimah binti Muhammad saw. tuan para wanita penghuni surga. Kecantikan, kekayaan, kemuliaan dan seluruh kebaikan yang dimilikinya diberikan untuk Allah dan Rasul-Nya. Khadijah pun mendapatkan salam dari Allah dan Jibril, dibangunkan rumah untuknya di surga, semasa masih hidup di dunia. Fatimah pun sama, mendapatkan persaksian dari ayahandanya, Nabi Muhammad saw., sebagai penghuni surga, bahkan dinobatkan sebagai tuan para wanita penghuninya. Subhanallah.
Iya, ketika kecantikan wanita, kekayaan, kemuliaan dan seluruh kebaikan yang dimilikinya membuatnya sibuk berdandan, demi mendapatkan kulit yang putih, tetapi enggan memutihkan hatinya, maka semuanya itu menjadi fitnah kehidupan yang memerosokkannya. Mereka begitu khawatir dengan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi sama sekali tidak khawatir, jika keimanan dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan kepada-Nya, Na’udzu billah.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka seperti apapun rupa kita, seperti apapun fisik kita, janganlah pernah merasa rendah diri. Syukurilah nikmat Allah yang sangat berharga. Kecantikan iman, kecantikan hati dan akhlak mulia kita.
Bagi wanita berkulit hitam, yang menderita penyakit ayan, maka penyakit ayan ini sebenarnya bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan, karena banyak anggota menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.
Tapi, lihatlah perkataannya. Lihatlah, adakah satu kata saja yang menunjukkan dia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah dia mengeluhkan betapa menderitanya dia? Betapa malunya dia karena menderita penyakit ayan? Namun, ternyata bukan itu yang dia keluhkan. Justru yang dia keluhkan adalah auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Dia lebih khawatir bila auratnya yang tersingkap, bukan mengkhawatirkan penyakitnya kambuh. Dia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya. Auratnya juga merupakan kehormatan dan harga dirinya. Maka, dia pun berusaha menjaganya, meski dalam kondisi ketidaksadarannya akibat sakit ayat itu. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, penghuni surga. Mempunyai ‘iffah, sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya.
Selain itu, keralaan dan kesabaran wanita itu yang disebutkan Nabi saw., “Jika kamu mau, kamu bisa bersabar, dan kamu mendapatkan surga. Tetapi, kalau kamu mau, aku pun akan mendoakanmu, agar Allah menyembuhkanmu.” Tanpa ragu dia menjawab, “Aku memilih bersabar, ya Rasul.” [Hr. Bukhari dan Muslim]. Dia lebih memilih bersabar dalam deritanya. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi musibah dengan kesabaran yang luar biasa.
Iya, manusia memang tidak akan mampu mencapai kedudukan mulia di sisi-Nya, dengan seluruh amalan perbuatannya. Namun, Allah akan memberinya jalan untuk meraihnya, dengan cara memberikan cobaan kepada hamba-Nya, cobaan yang tidak disukainya. Setelah itu, Allah memberinya kesabaran untuk menghadapi cobaan itu. Dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, dia pun meraih kedudukan mulia yang sebelumnya tidak bisa diraihnya dengan amalannya.
Nabi saw. bersabda, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” [Hr. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Haadits Shahih 2599].
Maka, saat cobaan menimpa, kesabaran kita akan mengantarkan kesempurnaan iman kita. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita pada kedudukan yang mulia di sisi-Nya.
Semoga seluruh fitnah (ujian) yang menimpa kita, baik dalam bentuk kebaikan maupun keburukan, tidak akan memerosokkan, menjatuhkan bahkan menyesatkan kita. Amalkanlah doa yang diajarkan oleh menantu Nabi saw. ‘Ali bin Abi Thalib:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُضِلاَّتِ الْفِتَنِ
“Ya Allah, hamba berlindung kepada-Mu dari fitnah yang menyesatkan.”
Amin.. amin.. amin ya Mujiba as-Sailin.

Pare, 20 Maret 2015

Tuesday, 17 March 2015

Jadi Dokter Harus Pinter n Sabar



                                                                  Gbr dari mbah gugel

Seminggu lebih menghabiskan sebagian besar waktu di RS, tidak terlalu banyak beraktivitas, menunggu. Lebih banyak diam memperhatikan orang-orang di RS, sesekali ngobrol dengan pasien atau keluarga pasien, ngobrol dengan tenaga medis. Mengamati perawat yang hilir mudik, seolah tak punya rasa lelah ( tapi sepertinya tata ruang dan SDM RS perlu ditinjau ulang, perbandingan tenaga medis dengan jumlah pasien dan jangkauan ruang perawat dg kamar pasien diperhitungkan lebih matang lagi).

Hari pertama, sekitar 4 jam menunggu di IGD. Melihat lalu lalang pasien masuk dan meninggalkan IGD. Ada yang merintih kesakitan, diam menahan sakit, diam tanpa ekspresi, dan ada yang tak sadarkan diri. Begitu juga dengan keluarga pasien, sedih, bingung dan cemas.

Hanya tersenyum ketika perawat dan dokter jaga hampir-hampir kehilangan kesabaran ketika berhadapan dengan pasien atau keluarganya yang “bandel”. Tidak mau mendapatkan perawatan standar yang memang seharusnya dilakukan di IGD, tidak mau diinjeksi, tidak mau diinfus, tidak mau dipasang alat ini itu dll. Hanya membatin “ngono kok nang IGD, yen ra gelem ditangani yo ning omah wae to..to..”. Keluarga yang serombongan tidak mau meninggalkan pasien, maunya nungguin terus, tapi ada juga keluarga yang malah meninggalkan pasien untuk mengurus keperluan lain, bingung dech dokter or perawat yang mau menangani. Ada…ada saja.

Ada perawat yang super ramah, ramah, biasa dan masih saja ada yang terkesan cuek hampir mendekati judes. Namanya juga manusia, beda karakter.

Mengamati DM yang lari-lari, sepertinya kejar tayang nguber pembimbingnya. DM yang berdiskusi mendekati debat dengan temannya, padahal di depan pasien J.

Mengamati mahasiswa keperawatan yang lagi magang, dikit-dikit nanya ke perawat pamong. Mondar-mandir ambil ini itu, yang lihat aja capek… Ambil gunting, ambil plester, ambil yang mau diinjeksikan, ambil pulpen, ambil catetan, ambil tensimeter. Weleh…weleh kok yo gak nggowo ransel sisan J

Tapi salut dengan kesabaran perawat dan dokter, telaten menjelaskan ke pasien yang terkadang keminter. Tiap perawat n dokter (kalo komplikasi bisa-bisa dokter spesialisnya borongan), hampir selalu bertanya kabar pasien. Apa keluhannya, bagaimana kondisi terkini, ada keluhan apa, maunya apa dll.

Jadi dokter harus pinter, pinter ilmu kedokteran, pinter memahamkan pasien, pinter memenej kesabaran. Tidak hanya dokter, perawat juga.

Baru fix tahu penyakit setelah 4 hari di RS, 2 harinya hari sabtu mingggu, libur. Jadi hasil tes darah, usg baru tahu. Dokternya juga terkesan tak mau berbagi informasi, husnudzon saja. Mungkin masih nunggu hasil lab keluar, biar tidak salah diagnosis.

Sudah ah ngomongin dokter di RS.

Sekarang mau ngomongin dokter umat.

Dulu ketika memutuskan untuk belajar menjadi subjek dakwah, sedikit-demi sedikit meninggalkan status objek dakwah. Ada satu pesan yang masih terngiang. Subjek dakwah itu ibarat dokter. Harus tau apa penyakit/permasalahan umat, mendiagnosa dengan teliti, berusaha mencari tahu obat yang cocok dengan penyakit tersebut. Tidak sembarang kasih resep, tidak menyimpulkan sembarangan. Cari akar masalahnya jangan hanya lihat permukaannya saja. Dan jangan sekali-kali menjadikan umat sebagai kelinci percobaan.

Umat sekarang sedang sakit alias bermasalah. Kriminalitas dimana-mana, seks bebas merajalela, begal sudah biasa, kasus korupsi meningkat, harga kebutuhan pokok melangit, rakyat tambah melarat, politisi mikir diri sendiri, penguasa lupa janji manis saat kampanye.

Harga bbm naik rakyat diberi kartu sakti ternyata tidak menjadi solusi
Kontrak perusahaan asing diperpanjang ternyata tidak membuat semua rakyat sejahtera
Rupiah melemah pemerintah santai dan menganggap suatu saat pasti menguat sendiri
Hukum runcing ke bawah, tumpul ke atas. Pencuri jati dihukum berat koruptor kakap dibiarkan saja
Dan masih banyak masalah yang terjadi
Semua harus diselesaikan, berpikir apa akar masalahnya

Negeri ini pernah gagal dengan sosialis komunis
Negeri ini semakin terpuruk dengan solusi ala neolib kapitalis
Mengapa tidak mencoba solusi khilafah ‘ala minhajinubuwwah
Sudah terbukti sepanjang sejarah dan dicontohkan Rasulullah
Memang tak semudah membalikkan tangan
Memang memerlukan pengorbanan dan perjuangan
Terkadang berhadapana dengan objek yang banyak kata dan seenaknya sendiri
Terkadang berhadapan dengan objek yang kepentingannya tak mau dicampuri
Terus saja memahami masalah sampai ke akar
Terus saja belajar, ikhlas dan sabar
Jadi dokter umat juga harus pintar


#YukNgaji
#SAVEINDONESIADARINEOLIBERALISMEDANNEOIMPERIALISME

Pare, 17 Maret 2015